Soal Harga Bawang, Jokowi Diminta Intervensi Pasar
Minggu, 17 Maret 2013 | 21:29 WIB
Jakarta - Melambungnya sejumlah harga komoditi seperti bawang merah dan bawang putih hingga lebih dari 100 persen menjadi berbagai kalangan. Melonjaknya harga bawang ini juga mendapat perhatian serius dari politisi PDI-Perjuangan DKI Jakarta.
Untuk mengantisipasi meroketnya harga bawang itu, Pemerintah Provinsi DKI diminta harus mampu menstabilkan harga itu karena Jakarta sebagai pusat perekonomian Indonesia.
Politisi PDI-P Yudi Syamhudi mengatakan, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) bisa merevitalisasi jalur ekonomi dengan menghubungkan antara Pasar Modal dan Pasar Tradisional. Tujuannya untuk menguatkan stabilisasi harga kebutuhan pokok.
"Bukan tidak mungkin harga-harga kebutuhan pokok lain akan naik dalam waktu dekat. Saya kira melambungnya harga bawang masih permulaan naiknya harga bahan pokok lainnya," ujar Yudy kepada Beritasatu.com di Jakarta, Minggu (17/3).
Menurut Yudy, Jakarta adalah daerah yang paling banyak terkena imbas kenaikan bawang sebulan terakhir. Ketidakmampuan pemerintah dalam mengontrol harga bawang misalnya harus segera diantisipasi pemerintah daerah.
"Pemda tak bisa berharap banyak lagi kepada pemerintah pusat. Jakarta merupakan stabilisator ekonomi nasional harus mampu menjaga kestabilan harga bahan pokok. Saya kira Jokowi mampu untuk mengintervensi pasar untuk menurunkan harga bahan pokok yang menjadi kebutuhan penting masyarakat," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




