Hujan Deras, Terjadi Longsor di Jalur Wisata Kawasan Pacet dan Trawas Mojokerto

Kamis, 2 Februari 2023 | 18:26 WIB
SW
SL
Penulis: Slamet Wibowo | Editor: LES
Ilustrasi longsor.
Ilustrasi longsor. (Antara)

Mojokerto, Beritasatu.com - Hujan deras yang melanda Mojokerto, Jawa Timur, pada Rabu (1/2/23) sore kemarin, menyebabkan terjadinya sejumlah tanah longsor di kawasan jalur wisata Kecamatan Pacet dan Trawas. Hujan dengan intesitas tinggi yang terjadi cukup lama tersebut, membuat debit air meningkat dan meluber. Sehingga menimbulkan longsor dan tebing tembok penahan tanah (TPT) jebol hingga ke bahu jalan.

Material longsor berupa lumpur, tanah dan bebatuan sempat membuat jalur di kawasan tersebut tersendat. Lantaran material longsor sempat menutup separuh jalan. Oleh petugas gabungan dari TNI - Polri, BPBD Kabupaten Mojokerto dan juga para relawan, material longsor langsung segera dievakuasi, agar akses jalan yang tertutup longsor bisa digunakan kembali.

Dari data BPBD Kabupaten Mojokerto, longsor terjadi di sejumlah titik. Enam titik diantaranya di jalur wisata di Desa Combor Kecamatan Pacet, di Desa Claket Kecamatan Pacet dan di Desa Selotapak Kecamatan Trawas. Longsor yang paling parah terjadi di Desa Selotapak, Kecamatan Trawas, tebing tembok penahan tanah (TPT) setinggi 7 meter, dengan panjang 25 meter ambrol. Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, akses jalanan sempat terhambat lantaran material longsor menutup separuh jalan.

Sekretaris Desa Selotapak, Eko Mulyono mengatakan, kejadian ambrolnya tebing di Selotapak berawal dari intensitas hujan sangat tinggi pada Rabu sore, yang terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Hujan mengguyur hampir seluruh wilayah Trawas, sehingga hampir seluruh saluran irigasi dari dataran yang tinggi tidak mampu menampung debit air hujan. Ditambah ada material kayu yang menyumbat di aliran irigasi sehingga air meluber dan menerjang TPT lalu ambrol, pada pukul 16.30 WIB.

"Salah satunya di titik ini ada sumbatan kayu, sehingga membuat air meluber mengenai TPT saking besarnya banjir," ujarnya.

Eko mengatakan, hingga kini material longsor di Desa Selotapak untuk sementara sudah bersihkan dan material batu sudah ditepikan, agar tidak menghambat jalannya aktifitas warga dan wisatawan. Untuk tindak lanjut, pihaknya masih berkoordinasi dan menunggu arahan dan petunjuk dari pihak Pemerintah Kabupaten Mojokerto.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon