Tahanan Guantanamo yang Mogok Makan Semakin Banyak

Kamis, 21 Maret 2013 | 00:25 WIB
AH
B
Penulis: Ayyi Achmad Hidayah | Editor: B1
Penjara di pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat di Guantanamo, Kuba.
Penjara di pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat di Guantanamo, Kuba. (AFP)

Kuba - Kian banyak tahanan di teluk Guantanamo melakukan mogok makan, yang pengacara mereka katakan mencerminkan keputusasaan tentang kemungkinan mereka dibebaskan dari pusat penahanan Amerika Serikat di Kuba itu.

Dua puluh empat tawanan mogok makan pada Selasa malam dan delapan dari mereka telah banyak kehilangan berat badan, sehingga dokter memaksa mereka makan cairan gizi lewat hidung mereka dan turun ke perut, kata Kapten Angkatan Laut Robert Durand, juru bicara penahanan.

Pusat penahanan di Pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat teluk Guantanamo di Kuba timur itu menyekap 166 orang, yang ditangkap dalam gerakan melawan terorisme. Hampir semua ditahan 11 tahun tanpa tuduhan.

Jumlah pemogok makan berkembang dari 14 pada Jumat, Durand mengatakan. Tentara menyatakan tahanan mogok makan jika melewatkan sedikit-dikitnya sembilan kali makan berturut-turut.

Dua pemogok makan dirawat di rumahsakit akibat kekurangan cairan, katanya.

Pemerintahan Obama membersihkan lebih dari setengah tahanan Guantanamo dengan dibebaskan atau dipindah, namun Kongres menghalangi upaya menutup gugus penahanan itu dan semakin menyulitkan upaya memukimkan kembali tahanan Guantanamo.

Banyak di antaranya warga Yaman, yang Amerika Serikat tidak mau pulangkan pada saat ini akibat keguncangan di negara itu.

Mogok makan berkala terjadi tak lama sejak penjara itu dibuka pada Januari 2002.

Lebih dari 50 pengacara mewakili tahanan Guantanamo mengirim surat kepada Menteri Pertahanan Chuck Hagel pada pekan lalu, mendesaknya membantu mengakhiri mogok makan itu.

Mereka menyatakan kesehatan pemogok makan memburuk dan mengkhawatirkan, dengan beberapa telah kehilangan berat lebih dari sembilan hingga 14 kilogram.

Pengacara itu menyatakan harapan berkurang bahwa pemerintah Obama akan menepati janji menutup penjara tersebut.

Mereka menyatakan lebih dari 100 tahanan mulai melakukan mogok makan pada awal bulan lalu untuk mengecam penyitaan surat, foto dan naskah hukum, serta penanganan kasar atas Al Quran dalam penggeledahan di sel mereka.

Durand menyebut tuduhan itu "kebohongan langsung dan membesar-besarkan".

"Pernyataan mogok makan besar-besaran dan kejadian saat Al Quran ditangani secara salah adalah tidak benar," katanya dan menambhakan, "Kami mengambil langkah luar biasa untuk menghormati Al Quran dan menolak tuduhan pelecehan, penodaan atau penanganan salah."

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon