KSAD Tegaskan Perbedaan Peristiwa OKU dan Sleman

Senin, 25 Maret 2013 | 14:12 WIB
ES
B
Penulis: Ezra Sihite | Editor: B1
Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD), Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo (kanan), berbicara kepada wartawan.
Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD), Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo (kanan), berbicara kepada wartawan. (ANTARA FOTO)

Jakarta - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Pramono Edhie Wibowo menilai, kejadian di Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan (Sumsel) dan peristiwa di Lapas Cebongan, Sleman, DIY, itu sama sekali berbeda. Oleh karena itu, investigasinya pun berbeda.

Menurut Pramono Edhie, dalam kejadian di OKU, jelas keterlibatan aparat TNI, sehingga penyelidikan pun dilakukan oleh TNI. Namun tidak demikian halnya dengan penyerangan dan pembunuhan yang terjadi di Lapas Sleman.

"Kenapa investigasi OKU cepat? Kalau itu, jelas pelakunya. Di OKU saya kirimkan segera tim investigasi, karena (yang) terlihat anak buah saya. Saya hanya ingin bantu kepolisian dan beri penjelasan ke masyarakat seterang-terangnya," kata Pramono Edhie di kompleks Istana Negara, Jakarta, Senin (25/3).

Sementara dalam kasus Lapas Cebongan, Sleman, menurut Pramono Edhie, pihaknya akan terlebih dahulu menunggu hasil investigasi dari pihak kepolisian. "Ini bagaimana, kita juga tidak tahu. Saksinya pada mati semua, begitu ditanya bagaimana," kata dia lagi.

Mengenai senjata yang diindikasikan digunakan oleh para aparat TNI masa lalu, Pramono Edhie tak bersedia memberikan komentar. Hal tersebut lantaran menurutnya akan terkesan mendahului investigasi pihak kepolisian.

"Saya tidak bisa menjelaskan, ya. Tanyakan kepada kepolisian. Investigasi dilakukan polisi," kata dia lagi.

Komentar tersebut disampaikan KSAD Pramono Edhie menyusul meninggalnya empat tersangka di Lapas Cebongan, Sleman, pada Sabtu dini hari (23/3). Hingga saat ini, aparat belum bisa memastikan siapa kelompok yang menembaki empat tersangka pengeroyok anggota Kopassus di salah satu cafe di Yogyakarta yang menyebabkan kematian itu.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon