Rieke-Teten Ragukan Saksi KPU dan Aher

Selasa, 26 Maret 2013 | 13:46 WIB
CP
FB
Penulis: Carlos KY Paath | Editor: FMB
Cagub Jawa Barat Rieke Diah Pitaloka saat di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta.
Cagub Jawa Barat Rieke Diah Pitaloka saat di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta. (ANTARA FOTO)

Jakarta - Kuasa Hukum pasangan calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) Jawa Barat (Jabar) Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki (Paten), Arteria Dahlan menyayangkan saksi-saksi yang telah dihadirkan dari Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jabar.

Selain itu, saksi dari pasangan Ahmad Heryawan (Aher)-Dedy Mizwar juga dinilai sangat minim kapasitas kesaksiannya.

''Secara umum, saksi-saksi yang dihadirkan banyak memuat informasi yang tidak benar. Tadinya apabila diberi kesempatan untuk konfrontir maka akan kita uraikan secara detail. Di mana letak kebohongan dan hal-hal yang tidak masuk akalnya," kata Arteria dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (26/3).

Dalam persidangan sengketa Pilkada Jabar di Mahkamah Konstitusi (MK), kemarin, Arteria mengungkapkan, pihaknya telah mempersiapkan saksi-saksi maupun dokumen-dokumen bukti yang secara terang benderang mampu untuk mematahkan kesaksian saksi-saksi dari pihak KPUD maupun Aher.

''Seharusnya yang mereka hadirkan dan coba untuk dibantah adalah fakta atas adanya pelanggaran bersifat terstruktur masif dan sistematis yang dilakukan oleh mereka. Bukan yang lain,'' ungkapnya.

Arteria menuturkan, dalam persidangan itu, terlihat jelas adanya bentuk keberpihakan. Saksi dari pihak Rieke, kata dia, telah menyampaikan adanya selebaran gelap yang menyebut bahwa Rieke sebagai anak komunis.

''Tapi yang terjadi malah diplesetkan. Katanya, saksi kita menyatakan Rieke komunis sehingga ada permasalahan di Tasik dan Ciamis. Ini sungguh luar biasa,'' tuturnya.

Dia berpendapat, MK perlu melakukan konfrontir langsung secara satu per satu saksi yang diajukan dalam persidangan kali ini.

''Dalam sidang ini banyak sekali tidak benarnya. Apabila di konfrontir secara sederhana saja sudah terlihat ketidakbenaran minimnya kualitas dan kapasitas kesaksian saksi-saksi mereka. Tapi bagaimanapun kami harus tetap hormati sidang mahkamah ini,'' pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon