Google Street View Tayangkan Kondisi Kota Hantu Jepang
Rabu, 27 Maret 2013 | 21:41 WIB
Jakarta - Puing-puing beton bergelimpangan di pinggir jalan. Toko-toko kosong dengan jendela-jendela menganga berjejer di sampingnya. Sebuah kapal karam di atas daratan, di kelilingi oleh lumpur, terpukul oleh tsunami yang mengamuk pada 2011 silam. Tiada seorang pun terlihat.
Itulah potret Namie, sebuah kota hantu di Jepang yang hingga kini masih terbengkelai. Gempa bumi dan tsunami pada Maret 2011 yang disusul dengan bocornya radiasi nuklir dari pembangkit listrik di Fukushima Daiichi membuat kota itu kini kosong dan mencekam.
Google Street View menjadi satu-satunya sarana untuk melihat kota yang sebelumnya ditempati oleh lebih dari 21.000 jiwa itu. Gambar-gambar kota yang kini tidak boleh dimasuki itu diambil oleh mobil-mobil khusus yang dilengkapi oleh kamera milik Google.
Penduduk Namie yang kini mengungsi merasa bersyukur karena dengan Google Street View mereka bisa bernostalgia, berkeliling secara virtual di tempat mereka lahir dan dibesarkan.
"Saya menatikan saat untuk kembali. Saya gembira karena bisa melihat tempat-tempat yang sangat saya cintai," kata Koto Naganuma (32) yang rumahnya lenyap ditelan tsunami. Perempuan itu pernah pulang setahun lalu, tetapi hanya untuk beberapa menit.
"Sangat berat, tidak seorang pun yang ingin berada di sana," dia menambahkan.
Wali kota Namie, Tamotsu Baba, mengatakan banyak kenangan yang terlintas ketika dia melihat gambar-gambar yang direkan Google Street View pada awal Maret itu.
Dia mengingat sebuah lokasi tempat biasanya digelar festival musim gugur dan sebuah sekolah dasar yang dulunya sesak oleh anak-anak.
"Kami yang berasal dari generasi tua menerima kota ini dari para leluhur dan kami sangat terluka karena tidak bisa melanjutkannya kepada anak-anak kami," tulis dia dalam blog-nya.
"Kami ingin foto-foto di Google Street View ini menjadi catatan permanen dari apa yang terjadi pada Namie-machi sejak gempa bumi, tsunami, dan bencana nuklir," dia menambahkan.
Google Street View memang terkenal bisa memberikan foto-foto detail lokasi di sebagian besar wilayah di dunia, bahkan yang terpencil seperti Kutub Selatan dan Grand Canyon. Layanan Street View pertama kali diperkenalkan pada 2007 dan kini sudah menampilkan gambar dari lebih dari 3000 kota di 48 negara di dunia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




