Polisi Lembek, Warga Ambil Alih Kota di Meksiko
Jumat, 29 Maret 2013 | 08:06 WIB
Acapulco - Ratusan warga bersenjata dari kelompok swakarsa telah mengambil alih sebuah kota di negara bagian Guerrero, Meksiko, menangkap petugas polisi lokal dan menggeledah rumah-rumah setelah salah satu pemimpin mereka dibunuh. Sebagian dari mereka menembaki kendaraan yang membawa turis menuju pantai dalam liburan Paskah ini.
Para anggota kelompok itu, yang menyebut diri mereka "polisi masyarakat", mengatakan lebih dari 1.500 anggota merazia lalu lintas di kota Tierra Colorado, yang terletak di pinggir jalan utama menuju kota turis Acapulco.
Mereka menangkap 12 polisi dan seorang mantan direktur keamanan masyarakat di kota itu setelah pimpinan mereka dibunuh Senin lalu.
Seorang turis yang sedang menuju pantai dengan kerabatnya mengalami luka ringan ketika menolak dihentikan sehingga para anggota swakarsa itu menembaki mobilnya, kata para pejabat pemerintah setempat.
Para anggota swakarsa menuduh si mantan direktur keamanan ikut serta dalam pembunuhan Guadalupe Quinones Carbajal, 28, demi memuaskan geng-geng kriminal, lalu membuang mayatnya di kota tetangga.
"Kami telah mengepung kantor walikota, karena di sini para penjahat bisa beroperasi dengan impunitas di siang hari bolong, di depan mata para pejabat kotamadya. Kami telah menahan direktur keamanan masyarakat karena dia terlibat dengan para penjahat dan dia tahu siapa yang membunuh komandan kami," kata Bruno Placido Valerio, juru bicara kelompok itu.
Placido mengatakan kelompok swakarsa telah menggeledah rumah-rumah dan menyita narkoba dari sebagian di antaranya. Mereka menyerahkan si mantan direktur dan petugas polisi ke jaksa, yang lalu setuju untuk menyelidiki dugaan keterkaitan mereka dengan kejahatan terorganisir.
Meningkatnya gerakan "pertahanan diri" ini ditandai dengan makin banyaknya orang bertopeng di pos-pos pemeriksaan di bagian selatan dan barat Meksiko, di mana mereka menghentikan kendaraan mencari senjata atau orang-orang yang namanya ada di daftar "tersangka" dan diburu karena tindak kriminal seperti pencurian dan pemerasan.
Kelompok ini mengklaim sedang memerangi kekerasan, penculikan dan pemerasan yang dilakukan oleh kartel narkoba. Namun muncul kekhawatiran bahwa mereka justru akan melanggar hukum, hak asasi orang yang mereka tahan, atau malah mereka akan bekerjasama dengan para penjahat dalam kasus-kasus tertentu.
Namun karena merasa tidak mampu menciptakan keamanan masyarakat di wilayah pedesaan, para pejabat umumnya menolerir kemunculan kelompok-kelompok swakarsa ini.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




