Rusuh Palopo, Polisi Tangkap Satu Pelaku

Senin, 1 April 2013 | 09:22 WIB
FA
B
Penulis: Farouk Arnaz | Editor: B1
Kantor Walikota Palopo dibakar massa saat terjadi kerusuhan di Palopo, Sulawesi Selatan, Minggu (31/3).
Kantor Walikota Palopo dibakar massa saat terjadi kerusuhan di Palopo, Sulawesi Selatan, Minggu (31/3). (Antara/Awaluddin)

Jakarta - Polres Palopo menangkap satu orang yang diduga pelaku buntut dari pengerusakan dan pembakaran kantor Pemerintah Kota Palopo dan sejumlah kantor pemerintahan lainnya Minggu (31/3).

Polisi masih mengembangkan penyidikan untuk mencari pelaku lain yang terlibat dalam rusuh yang dipicu oleh ketidakpuasan massa calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota nomor urut lima Haidar Basir-Thamrin (Hatita) yang tidak menerima hasil rekapitulasi perhitungan suara itu.

"Sudah ada satu orang yang ditangkap. Diduga yang bersangkutan melakukan pembakaran kantor walikota. Pelaku berinisial M alias I, 32 tahun," kata Kabid Humas Polda Sulselbar Kombes Pol Endi Sutendi saat dihubungi Beritasatu.com Senin (1/4).

Endi tidak menjelaskan jika pelaku adalah simpatisan Hatita.

"Pelaku ini pekerjaannya nelayan beragama Islam dan beralamat di Malangke Barat, Luwu Utara," bebernya.

Kronologi pembakaran itu terjadi setelah massa yang diduga dari kubu Hatita mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum Kota Palopo tempat rapat pleno perhitungan suara putaran kedua digelar.

Aparat kepolisian dibantu TNI sebenarnya juga menjaga proses perhitungan suara di kantor KPU itu. Tapi karena jumlah massa yang datang lebih besar, yang diperkirakan lebih dari 500 orang, maka suasana cepat menjadi rusuh.

Saat itulah tiba-tiba kantor Wali Kota Palopo terbakar dan diikuti beberapa pembakaran lain seperti kantor Partai Golkar, kantor Panitia Pengawasan (Panwas), kantor Camat Wara Timur, dan kantor Palopo Pos.

Massa Hatita juga sempat terlibat bentrok dengan massa Judas Amir-Ahmad Syarifuddin (JA) yang jumlahnya hampir sama yang dinyatakan sebagai pemenang. Beruntung tak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

"Saat ini, situasi sudah kondusif," tambah Endi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon