Mendagri: Aceh Harusnya Pilih Lambang Bernuansa Kejayaan

Senin, 1 April 2013 | 15:05 WIB
ES
B
Penulis: Ezra Sihite | Editor: B1
Mendagri Gamawan Fauzi didampingi Kapolri menjelaskan kepada pers tentang kasus Palopo di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (1/4).
Mendagri Gamawan Fauzi didampingi Kapolri menjelaskan kepada pers tentang kasus Palopo di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (1/4). (Investor Daily/ Novy Lumanauw/Novy Lumanauw)

Jakarta - Menteri Dalam Negeri (mendagri) Gamawan Fauzi menilai seharusnya Aceh bisa memilih bendera yang menunjukkan lambang kejayaan Serambi Mekah tersebut bukan yang bernuansa separatis. Oleh karena itu Gamawan mengatakan bendera Aceh yang menggunakan lambang Aceh Merdeka akan dievaluasi pemerintah.

"Kan ada lambang kejayaan Aceh masa lalu masa Iskandar Muda pakailah lambang itu," kata Gamawan di kantor presiden, Jakarta, Senin siang (1/4).

Oleh karena itu besok, Menteri Gamawan akan bertolak ke Aceh dan mendialogkan hal tersebut dengan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dan pemerintah daerah. Sebelum meresmikan bendera tersebut, seharusnya Aceh kata dia melakukan verifikasi lambang. Namun ternyata bendera tersebut langsung diketok untuk diresmikan. Oleh karena itu pemerintah harus melakukan evaluasi.

Gamawan menambahkan sesuai dengan Perjanjian Helsinki yang membuahkan kekhususan Aceh, pun tidak dimandatkan bendera apalagi menggunakan lambang yang bernuansa separatis tersebut. Pemerintah Aceh setelah diberikan otonomi dinilai seharusnya lebih fokus pada kebijakan untuk mensejahterakan rakyatnya.

Presiden lanjutnya bisa saja langsung membatalkan bendera tersebut namun presiden menginginkan masalah ini dibawa terlebih dahulu dalam dialog.

"Tidak ada dari Perjanjian Helsinki (mengamanatkan bendera GAM) semua perjanjian Helsinki kan sdh dijadikan undang-undang," tutupnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon