CEO Apple Minta Maaf ke Konsumen China
Selasa, 2 April 2013 | 02:36 WIB
Cina - CEO Apple, Tim Cook, secara resmi meminta maaf kepada pelanggan Apple di Cina ats kebijakan garansi yang mendiskriminasikan konsumen di Cina dengan negara lain.
Pada tanggal 15 Maret lalu, televisi milik negara Cina melakukan liputan investigasi yang mengungkap kebijakan Apple di Cina yang diskriminatif.
Diketahui bahwa, konsumen di Cina harus membayar $75 (Rp 750.000) jika mereka ingin mengganti penutup belakang iPhone yang rusak, padahal konsumen di negara lain tidak dibebankan biaya penggantian.
"Kami menyadari bahwa terjadi miskomunikasi dalam proses ini yang membuat pihak-pihak tertentu merasa Apple arogan dan tidak menghargai masukan konsumennya. Kami meminta maaf atas kesalahpahaman ini," ujar Cook dalam pernyataan resminya.
Cina adalah pasar kedua terbesar Apple setelah Amerika Serikat. Dampak dari kesalahpahaman ini bisa merugikan Apple miliaran dolar.
Laporan mengenai Apple ini terjadi berdekatan dengan pengumuman AS yang melarang departemen dan lembaga negara melakukan pembelian barang-barang teknologi informasi dan komunikasi dari Cina karena khawatir akan ancaman peretasan.
Undang-undang tersebut ditandatangani oleh Presiden AS Barack Obama pada 28 Maret lalu. Peraturan baru tersebut juga mencakup larangan membeli barang teknologi yang pembuatannya disupervisi oleh Cina.
Pemerintahan federal hanya memperbolehkan pembelian barang-barang informasi teknologi dari Cina jika lulus pemeriksaan resmi yang meliputi pemeriksaan spionase cyber dan kemungkinan sabotase.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




