Cari Penyebab Kecelakaan, Polisi Periksa Mobil Camry

Rabu, 3 April 2013 | 16:01 WIB
BM
B
Penulis: Bayu Marhaenjati | Editor: B1
Petugas unit Laka Lantas Polres Jaksel, memeriksa mobil Toyota Camry B 1596 KV yang hancur akibat kecelakaan di Polres Jaksel, Jakarta.
Petugas unit Laka Lantas Polres Jaksel, memeriksa mobil Toyota Camry B 1596 KV yang hancur akibat kecelakaan di Polres Jaksel, Jakarta. (Antara/Reno Esnir)

Jakarta - Pusat Laboratorium dan Forensik (Puslabfor) Mabes Polri melakukan pemeriksaan terhadap mobil Toyota Camry B 1596 KV, guna mengetahui penyebab dan kronologis dari kecelakaan yang terjadi di Jalan Tol TB Simatupang, kilometer 25+400 arah timur Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

"Hari ini dari Puslabfor Polri akan melakukan pemeriksaan terhadap mobil Camry yang terlibat kecelakaan, di Jalan Tol TB Simatupang, Jakarta Selatan. Tujuannya untuk mengetahui dan melihat sejauh mana kecepatan mobil tersebut, kemudian benturan akibat kecelakaan, serta bagaimana terjadinya kecelakaan itu sendiri dikaitkan dengan korban yang meninggal dunia," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto, di Mapolda Metro Jaya, Rabu (3/4).

Dikatakan Rikwanto, hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) menjelaskan bahwa kedua korban terlempar keluar dan akibat berbenturan hingga akhirnya meninggal dunia.

"Puslafor ingin melihat, sejauh mana efek dari benturan itu sehingga korban meninggal dunia. Jadi saat ini dilakukan olah TKP untuk menyelidiki secara ilmiah sehingga hasilnya akan digunakan sebagai bahan kelengkapan berkas perkara," katanya.

Rikwanto menuturkan, pertama yang diperiksa itu kendaraannya, kedua kelengkapan kendaraan secara standar apakah ada hal-hal yang berfungsi atau tidak seperti sabuk pengaman serta lainnya, dan memeriksa akibat benturan di TKP.

"Jadi, berusaha merangkai kembali, mulai dari sebelum kecelakaan, saat kecelakaan dan sesudah kecelakaan," ungkapnya.

Rikwanto mengatakan, polisi juga mengundang Agen Tunggal pemegang Merek (ATPM) Toyota untuk memberikan masukan.

"Dari ATPM juga kita undang untuk memberikan masukan dalam konteks melihat kecelakaan itu. Jadi hasil penelitian puslabfor nanti dikaitkan juga dengan penelitian ATPM," katanya.

Menyoal apakah penyebab kecelakaan lantaran pengemudi mengantuk atau terpengaruh narkoba, Rikwanto belum bisa memastikannya.

"Kami belum bisa menduga apakah mengantuk apa karena terpengaruh narkoba. Yang pasti, ditemukan sejumlah barang bukti narkoba jenis sabu dan obat terlarang serta ada beberapa alat hisap bong, termasuk juga ada yang bekas baru dipakai. Itu tempat bong, masih ada uap. Bekas tempat baru dipakai separuh, masih ada sisanya. Itu dugaan indikasi baru digunakan," terangnya.

Apakah ada dugaan mereka menggunakan narkoba di mobil? Rikwanto juga belum bisa memastikan.

"Itu juga perlu penelusuran mendalam, apakah dipakai di mobil atau tempat lain. Yang jelas di sana disiapkan sepertinya beberapa alat hisap bong, ada shabu dan pil. Apakah untuk konsumsi sendiri atau buat pihak tertentu, nanti satuan narkoba yang menelusuri," tegasnya.

Rikwanto mengungkapkan, pihaknya juga masih menelusuri siapa yang memegang kemudi saat kecelakaan. Pasalnya, kedua penumpang terlempar keluar.

"Siapa yang pegang setir, masih ditelusuri. Karena mereka terlempar. Diharapkan dari pemeriksaan ini diketahui siapa yang menyetir," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, terjadi kecelakaan tunggal Toyota Camry hitam B 1596 KV, di Jalan Tol TB Simatupang, kilometer 25+400 arah timur Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (30/3), sekitar pukul 04.00 WIB. Pada kecelakaan tersebut, dua orang tewas atas nama Yasir Lutfi Marfadi dan Winda Angraini.

Saat pemeriksaan, polisi menemukan satu paket sabu-sabu di saku depan celana Yasir. Selain itu, dalam tas yang disimpan di dasbor mobil juga ditemukan lima paket sabu seberat 5 gram. Tak hanya sabu-sabu, polisi juga menemukan dua buah sangkur, 29 obat penenang merk dumolid (masuk kategori psikotropika golongan empat), tiga buah bong, dua alumunium foil, cangklong, korek, dan timbangan digital.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon