Kantor PAC PDIP Jatinegara Dibobol Maling

Rabu, 3 April 2013 | 19:00 WIB
FS
B
Penulis: Fana F Suparman | Editor: B1
Ilustrasi pencurian.
Ilustrasi pencurian. (Freedigitalphotos/ chanpipat)

Jakarta - Kantor Sekretariat Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan di Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, disatroni maling, Rabu (3/4). Sebanyak dua unit TV flat 29 inchi, dua unit kipas angin, satu unit mesin fax, dan satu set speaker aktif serta uang kas sekitar Rp 1 juta raib digondol. Total kerugian akibat peristiwa ini mencapai sekitar Rp 5 juta.

Kehilangan berbagai perangkat perkantoran itu baru diketahui Sekretaris PAC PDIP Kecamatan Jatinegara, Posmidah (46) saat akan membuka kantor sekitar pukul 10.00 WIB. Dua gembok yang digunakan mengunci "sliding door" kantor sudah tidak ada, yang salah satunya ditemukan di bawah meja di luar kantor dalam kondisi rusak.

"Waktu masuk ke dalam kantor, semuanya barang-barang itu sudah tidak ada. Mesin fax nya padahal masih dalam kardus, belum sempat digunakan," kata Posmidah saat ditemui di lokasi kejadian, Jalan Basuki Rahmat no 44, Jakarta Timur, Rabu (3/4).

Dikatakan Posmidah, setelah mengetahui barang-barang itu raib, dirinya sempat ke warung di sebelah dan menanyakan ke beberapa pengurus. Namun, tidak ada yang mengetahui peristiwa itu.

"Kantor ini semalam ditutup jam 22.00 WIB, nggak ada yang tidur di sini, dyang megang kunci memang cuma saya," katanya.

Atas peristiwa ini, dirinya melapor ke Polsek Jatinegara sekitar pukul 12.00 WIB. Menurutnya kawasan yang berada di dekat Kampung Melayu ini cukup rawan. Peristiwa kemalingan di Kantor Sekretariat PAC ini pun bukan yang pertama. Tiga bulan sebelumnya, sebuah motor yang diparkir di depan kantor raib digondol maling.

"Bahkan beberapa hari sebelumnya, ada satu rumah nggak jauh dari sini juga kemalingan," ungkapnya.

Ketua PAC PDIP Kecamatan Jatinegara, Budi Mulyawan mengatakan, diperkirakan maling menyatroni kantornya sekitar pukul 03.00 WIB dengan mencongkel gembok menggunakan linggis.
Budi mengatakan, biasanya setiap malam kantornya tidak pernah sepi. Namun, karena padatnya rapat tidak ada pengurus yang berada di kantor. Dia menduga, pelaku sudah mengincar untuk menyatroni kantornya.

"Sepertinya memang sudah mengintai dan tahu kalau kantor ini sedang dalam keadaan sepi," ungkapnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon