Ketua Komisi I: Segera Tuntaskan Reformasi TNI
Kamis, 4 April 2013 | 19:41 WIB
Jakarta - Pengakuan TNI AD soal keterlibatan anggotanya dalam penyerangan LP Cebongan adalah bukti bahwa masih perlu tindakan mendorong proses reformasi TNI.
"Reformasi TNI yang sudah berjalan maju memang belum tuntas. Dan harus dituntaskan," tegas Ketua Komisi I DPR, Mahfudz Siddik di Jakarta, Kamis (4/4).
Pada sisi lain, proses reformasi Polri juga harus dituntaskan sehingga akar konflik berupa kesenjangan dan kecemburuan antara angkatan bisa diselesaikan, tegas Politisi PKS itu.
Selain itu, dia juga menyatakan bahwa dengan terungkapnya keterlibatan oknum prajurit Kopasus dalam kasus cebongan, maka proses penegakan hukum harus dijalankan. Karena faktor UU, maka para pelaku akan diproses via peradilan militer.
"Belum mampunya peradilan umum menyentuh kasus ini harus dijadikan pintu masuk untuk revisi kembali UU Peradilan Militer," tandasnya.
TNI Angkatan Darat mengakui bahwa anggota pasukan elite Kopassus terlibat dalam penyerangan ke Lembaga Pemasyarakatan Cebongan di Yogyakarta tanggal 23 Maret lalu yang mengakibatkan tewasnya empat orang tahanan.
Dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (4/4) Brigjen. Unggul K. Yudhoyono yang memimpin tim investigasi dengan tegas mengatakan keterlibatan tentara.
"Secara ksatria serangan 23 Maret 2013 yang terjadi pukul 00:15 WIB diakui dilakukan oleh oknum TNI Angkatan Darat, dalam hal ini anggota Kopassus group dua Kartasura, yang menyebabkan tewasnya empat 'preman'," kata Unggul.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




