Ahok: Contra Flow Tak Perlu Dipermanenkan

Senin, 8 April 2013 | 16:21 WIB
LT
B
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: B1
Kendaraan melintas di ruas jalan tol Cawang-Rawamangun, Jakarta Timur
Kendaraan melintas di ruas jalan tol Cawang-Rawamangun, Jakarta Timur (ANTARA FOTO)

Jakarta - Gagalnya uji coba pemberlakuan contra flow pada Jalan Tol ruas Cawang-Rawamangun KM 00 +200 sampai dengan KM 06+000 sejak Jumat (5/4) pukul 06.00 - 10.00 WIB, dinilai Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama adalah hal yang wajar.

Bahkan, menurut dia, pemberlakukan contra flow tersebut tidak perlu dipermanenkan. Karena lebih baik menambah transportasi massal untuk memindahkan para pengendara kendaraan pribadi ke angkutan umum.

"Contra flow tidak perlu dipermenankan. Intinya, kalau transportasi massal tidak punya, apakah bisa mengurai kemacetan? Nggak kan," kata Ahok di Balai Kota DKI, Jakarta, Senin (8/4).

Dia mencontohkan, seperti armada bus Transjakarta yang sudah memasuki usia 9 tahun, masih mempunyai 600 armada saja. Jumlah tersebut tidak cukup untuk melayani penduduk DKI Jakarta yang beraktifitas sebanyak 9,6 juta jiwa setiap harinya.

"Kalau cuma 600 unit, mana cukup melayani penduduk Jakarta. Makanya kita musti tambah langsung 1.000 unit bus. Rencananya kita akan tambah 1.000 unit bus dari Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD) dan 1.000 bus Transjakarta," ujarnya.

Untuk saat ini, sudah ada sebanyak 695 unit bus yang sudah pasti untuk menambah bus Transjakarta. Sedangkan bus-bus PPD yang lama akan diperbaiki dan dijadikan angkutan malam hari. Pemprov menargetkan pada Juni 2013, seluruh armada tersebut sudah bisa beroperasi melayani masyarakat.

"Tunggu perbaikan saja. Pokoknya kita targetkan Juni harus bisa jalan di semua koridor. Paling telah akhir tahun ini lah sudah bisa beroperasi penambahan bus Transjakarta," ungkapnya.

Menanggapi pemberlakuan contra flow yang gagal mengatasi kemacetan di Jakarta, Ahok menegaskan adalah hal yang wajar. Karena masih dalam tahap uji coba, yang terus menerus dievaluasi pelaksanaannya.

"Namanya juga uji coba kan. Sama kayak KJS masih coba-coba juga. Nanti satu atau dua bulan baru dihitung rumah sakit mana yang rugi dengan sistem ini," paparnya.

Sebelumnya, uji coba pemberlakuan contra flow pada Jalan Tol ruas Cawang-Rawamangun KM 00 +200 sampai dengan KM 06+000 sejak Jumat (5/4) pukul 06.00 - 10.00 WIB, mulai Selasa (9/4) tidak dilanjutkan alias dibatalkan.

Didapati, pemberlakuan contra flow di jalan tersebut justru menimbulkan kemacetan di jalur Rawamangun menuju Cawang. Awalnya pengalihan lalulintas darurat atau contra flow dimaksudkan sebagai alternatif arah bagi pengguna jalan tol dengan tujuan Cempaka Putih, Tanjung Priok, dan seterusnya.

Jumlah kendaraan yang lewat di jalan itu setiap hari ada sekitar 40.000 unit kendaraan dari jam 06.00 - 10.00 WIB. Harapannya dengan adanya contra flow sebagian kendaraan masuk contra flow, namun ternyata justru menambahkan kemacetan luar biasa di jalur Rawamangun-Cawang.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon