PGI: Parpol Harus Ubah Etik dan Moralnya

Selasa, 9 April 2013 | 14:28 WIB
W
B
Penulis: WIN | Editor: B1
Ilustrasi bendera-bendera parpol.
Ilustrasi bendera-bendera parpol. (ANTARA FOTO/ANTARA FOTO)

Jakarta - Ketua Umum Persatuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI), Andreas Yewangoe menegaskan, jika partai politik (parpol) saat ini tidak mengubah wataknya maka rakyat akan semakin tidak percaya.

"Bagi saya penyampaian di televisi mengenai visi-misi itu omong kosong saja,
itu karena rakyat sudah punya ketidakpercayaan. Menurut saya parpol harus mengubah etik dan moralnya," tegasnya di Gedung KWI, Selasa (9/4).

Lebih lanjut Andreas memaparkan bahwa jika sekarang parpol kecenderungannya mengedepankan kepentingan untuk golongan dengan memanipulasi apapun, maka pemilu menjadi semakin tidak berkualitas.

Ditambahkannya, menurut survei Universitas Indonesia yang pernah dibacanya menyatakan bahwa 90 persen anggota parlemen bukan kategori intelektual. Pasalnya, UU yang dihasilkan banyak yang digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK).

"Akhirya mereka hanya membaca RUU kata perkata tidak mengerti filosofinya. Hari ini RUU disahkan besok digugat di MK. Kita tidak menghasilkan UU yang berkualitas. Bukan karena orang-orang berkualitas tidak ada tapi ada di belakangnya. Karena tidak ada uangnya dan tidak populer, maka sekarang partai cenderung rekrut artis dan pelawak," tegasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon