All Stars VR Jembatani Influencer dengan Penggemar
Sabtu, 23 Juli 2022 | 07:24 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Industri influencer telah menggemparkan dunia di mana kemunculan Instagram pada tahun 2010 dan YouTube pada tahun 2005 telah melahirkan banyak influencer baru yang dengan cepat mengambil peran di dunia maya.
Media sosial juga memberi akses bagi influencer terdahulu (seperti penyanyi, bintang film, dan selebriti) untuk menjangkau penggemar mereka secara lebih dekat. Salah satu orang yang paling banyak diikuti di media sosial, seperti penyanyi Selena Gomez, yang memiliki lebih dari 330 juta pengikut di Instagram, hal ini menunjukkan ketertarikan penggemar untuk terhubung langsung dengan influencer favorit mereka.
Kebutuhan akan pengalaman yang lebih dekat dengan selebriti mendorong terciptanya VidCon pada tahun 2010, yaitu konferensi 4 hari berbasis YouTube di mana para penggemar dapat bertemu dan bertegur sapa dengan influencer favorit mereka. Sukses dihadiri oleh lebih dari 75.000 penggemar pada tahun 2019, acara ini dibuat kembali pada tahun 2022 dengan sangat meriah.
Inovasi Metaverse
Saat ini perubahan baru dalam industri influencer sudah dimulai, alih-alih platform web 2.0 seperti YouTube, TikTok, dan Instagram yang memimpin, kali ini adalah platform web 3.0, metaverse, dan cryptocurrency yang membuka jalan ke masa depan. Gelombang inovasi berikutnya telah mengarah pada penciptaan perusahaan metaversemulti-miliar dollar seperti Decentraland dan The Sandbox.
Platform kripto seperti All Stars VR menggabungkan inovasi metaverse dengan industri influencer, guna menciptakan platform yang memungkinkan penggemar menghadiri acara "Meet and Greet" dan konser di metaverse virtual reality serta aktivitas perdagangan memorabilia penggemar di marketplace web 3.0.
All Stars VR adalah buah hasil pengalaman bertahun-tahun di bidang teknologi oleh tim yang berdedikasi. Perusahaan perintis ini memungkinkan para influencer media sosial, penyanyi, aktor, dan lainnya untuk dengan mudah melakukan monetisasi ke penggemar mereka melalui kegiatan atau acara eksklusif di platform VR.
Tidak seperti acara tatap muka tradisional yang dibatasi oleh ukuran tempat dan lokasi, acara yang diadakan di metaverse tidak dibatasi ukurannya, sehingga memungkinkan ratusan ribu dan bahkan jutaan penggemar di seluruh dunia untuk hadir. Aspek virtual reality dari platform All Stars VR memungkinkan pengalaman yang imersif dan interaktif. Platform ini bertujuan untuk mendorong penggunaan teknologi virtual reality secara umum di dalam dunia metaverse.
Saat ini, All Stars VR telah merilis situs web mereka, whitepaper dan ini sesuai jadwal dengan pembuatan platform metaverse VR beta dan marketplace web 3.0. Mereka juga telah membuat waiting list pengguna pribadi, serta menjalin kemitraan dengan influencer ternama di media sosial. Dengan pengembangan fase 2 yang akan terjadi pada akhir kuartal ke-2 hingga awal kuartal ke-3 2022, All Stars VR berada di jalur yang benar sesuai dengan roadmap yang mereka buat.
"Tujuan kami adalah untuk memungkinkan bagi siapa saja dan di mana saja di dunia ini untuk bersosialisasi serta menikmati acara digital dengan selebriti dan influencer di platform berbasis blockchain yang aman," kata juru bicara All Stars VR. "Industri influencer bergerak cepat dan telah berkembang dari $1,56 miliar pada tahun 2016 menjadi $15 miliar hanya dalam rentang 5 tahun. Ini adalah pasar yang sehat dan tumbuh dengan baik, sehingga menciptakan banyak ruang bagi perusahaan blockchain seperti All Stars VR untuk berkembang."
Baru Permulaan
Changpeng Zhao, CEO Binance pernah mengatakan, "Jika Anda ingin membuang waktu gunakanlah internet. Jika Anda ingin meningkatkan keuangan Anda, gunakan crypto." Perkataan ini telah terbukti benar akhir-akhir ini. Pertumbuhan sangat cepat di dunia cryptocurrency pada tahun 2021 mengakibatkan sulitnya menemukan proyek yang tepat pada waktu yang tepat, alih-alih ikut berinvestasi pada saat harga pasar sudah di puncak.
Perubahan yang terjadi di pasar belakangan ini telah memberi investor kesempatan berinvestasi di harga terendah untuk proyek-proyek baru yang potensial. All Stars VR adalah salah satu perusahaan yang saat ini berusaha keras untuk tumbuh dengan kondisi pasar seperti ini. Dengan dunia metaverse yang diproyeksikan akan mencapai setidaknya AS$8 triliun pada tahun 2030 menurut CitiBank, jelas bagi semua orang bahwa ini hanyalah permulaan bagi perusahaan metaverse seperti All Stars VR.
Untuk informasi lebih lanjut tentang token All Stars VR serta mempelajari lebih lengkap tentang platform, tim, dan presale mendatang, kunjungi All Stars VR.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




