Dua Wartawan Jambi Dikejar Perampok, Diselamatkan Warga

Rabu, 1 Mei 2013 | 01:16 WIB
RS
FB
Penulis: Radesman Saragih | Editor: FMB
Ilustrasi Perampokan
Ilustrasi Perampokan (Antara)

Jambi - Dua orang wartawan media elektronik asal Jambi, Jumadi Sabar (28) dan Zainul (30) dianiaya dan dirampok sekelompok orang ketika hendak meliput kerusuhan massa di Kecamatan Rupit, Kabupaten Musirawas, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Selasa (30/4) siang.

Zainul yang bekerja sebagai wartawan Global TV (Media Nusantara Citra/MNC) dan Jumadi yang bekerja di Kompas TV hingga Selasa (30/4) malam belum kembali ke Jambi. Mereka diselamatkan warga Desa Noan Baru, Kecamatan Rupit, Musirawas setelah berupaya menyelamatkan dari ke perkebunan kelapa sawit.

Zainul yang dihubungi dari Jambi, Selasa (30/4) menjelaskan, mereka masih berada di kawasan perkebunan karet di wilayah Desa Noan Baru, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musirawas, Sumsel. Mereka diselamatkan warga sekitar dari kejaran sekelompok orang yang menyerang dan menganiaya mereka.

Menurut Zainul, penganiayaan yang mereka alami terjadi ketika hendak meliput kerusuhan massa di Desa Noan Baru Kecamatan Rupit, Kabupaten Musirawas, Provinsi Sumatera Selatan, Selasa (30/4) siang. Jumadi dan Zainul yang menggunakan kenderaan sepeda motor tiba-tiba dihadang 10 orang yang menggunakan lima sepeda motor. Kesepuluh orang tersebut memiliki senjata tajam dan senjata api.

Tanpa menanyakan tujuan mereka, kesepuluh orang yang diduga pelaku kerusuhan tersebut mengejar mereka. Kamera dan sepeda motor kedua jurnalis tersebut pun dirampas pelaku penganiayaan tersebut. Zainul sendiri mengalami luka akibat sabetan senjata tajam di tangan sebelah kanan. Sedangkan Jumadi lolos dari sabetan senjata tajam setelah melarikan diri ke kebun karet. Kedua jurnalis tersebut diselamatkan warga desa sekitar di kawasan perkebunan Desa Noan Baru, Rupit.

Menurut Zainul, kasus penganiayaan yang mereka alami sudah dilaporkan kepada pihak kepolisian di Kecamatan Rupit, Musirawas. Namun hingga Selasa (30/4) petang, pihak kepolisian di Musirawas belum mengetahui jejak kelompok orang yang menganiaya serta merampas kamera dan sepeda motor mereka.

"Kami sekarang berada di Desa Noan Baru, Kecamatan Rupit. Kamis diselamatkan warga desa kawasan perkebunan ini. Belum tahu kapan kami bisa kembali ke Jambi,"katanya.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Resor (Polres) Sarolangun, Jambi, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP), Satria Adhy Permana di Sarolangun, Selasa (30/4) mengatakan, pihaknya masih menjaga ketat perbatasan Sarolangun, Jambi – Musirawas, Sumsel.

Ratusan personil dari pihak kepolisian dan TNI masih siaga di perbatasan kedua wilayah itu mengantisipasi kaburnya para perusuh di Musirawas ke wilayah Jambi. Kasus penganiayaan dan perampasan dua jurnalis asal Jambi di Musirawas tersebut juga akan ditindak-lanjuti dengan mengadakan koordinasi dengan Polres Musirawas. Polres Sarolangun berupaya agar kedua jurnalis tersebut bisa kembali ke Jambi dengan selamat. Beberapa petugas Polres Sarolangun sudah ditugaskan menjemput kedua jurnalis tersebut ke Desa Noan Baru, Musirawas. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon