Maraknya Media Elektronik Menurunkan Minat Baca

Kamis, 2 Mei 2013 | 14:36 WIB
HS
B
Penulis: Hendro Dahlan Situmorang | Editor: B1
Ilustrasi anak yang sedang menonton acara televisi
Ilustrasi anak yang sedang menonton acara televisi (Suara Pembaruan/Jurnasyanto Sukarno)

Jakarta - Maraknya media elektronik khususnya stasiun televisi, membuat anak-anak dan pelajar semakin malas membaca. Waktu mereka habis berada di depan televisi.

Demikian yang dikemukakan oleh Penulis buku bertema pendidikan The Power Public Speaking dan Public Speaking for Teacher, Charles Bonar Sirait.

Ia menambahkan, kondisi tersebut bisa saja membuat minat membaca terus menurun, apalagi diperparah dengan sistem pendidikan yang tidak terpadu dari pusat ke daerah, sehingga pendidikan semakin merosot.

"Hal ini jelas mempengaruhi anak-anak dan para pelajar. Minat membaca mereka semakin menurun. Apa jadinya generasi muda mendatang kalau tidak gemar membaca, apalagi menulis. Mereka mungkin akan sulit untuk menghadapi persaingan global yang semakin keras dan terbuka," imbuh Charles, Kamis (2/5).

Menurutnya, minat membaca turun seiring dengan meningkatnya media elektronik merupakan fakta dan kenyataan yang harus kita hadapi bersama. Sejumlah pemred media cetak beberapa waktu yang lalu juga mengatakan hal yang sama kepadanya.

Mereka dilanda kebingungan melihat kenyataan jumlah tiras pembaca majalah atau koran yang mereka pimpin mengalami degradasi angka penjualan. Setelah dilakukan riset hampir 50 persen pembaca setia media mereka kini hijrah ke media elektronik (Website, Blog, Twitter, Facebook, TV, Instagram, Televisi, Youtube) untuk mendapatkan informasi.

Alasan mereka sebagian besar adalah karena praktisnya jenis media tersebut dalam menyampaikan berita, lebih cepat, lebih menarik secara visual (tampilan) dan lebih indah dan keren dalam visual packagingnya.

"Para pekerja dan management produk-produk cetak harus mau keluar dari zona nyaman untuk bersaing lebih keras lagi daripada produk-produk elektronik yang mampu menarik para pembaca untuk tetap membaca produk-produk tulisan. Karena memiliki keunggulan tersendiri yaitu umumnya media cetak data-datanya lebih akurat dan terperinci," ungkap Charles.

Beranjak dari fakta itulah, ia berpendapat, gerakan membaca sebenarnya bisa dilakukan dimana dan kapan saja. "Cintailah buku dan banyak membaca, karena itu adalah jendela dunia menuju kesuksesan seseorang," imbuh pendiri CBS School Of Communications itu.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon