Dana Bantuan Kempera Diharapkan Bebas Potongan

Jumat, 3 Mei 2013 | 08:46 WIB
FH
FH
Penulis: Feriawan Hidayat | Editor: FER
Pembuat sekaligus pemilik hak cipta Rumah Murah sejak 1993, Umar Sumadi dari Palembang di depan rumah buatannya di halaman Kementerian Perumahan Rakyat. Kementerian Perumahan Rakyat(Kemenpera) memiliki kebijakan kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah dengan dengan membayar angsuran per-bulan Rp 575.000 untuk harga rumah Rp 70 juta.
Pembuat sekaligus pemilik hak cipta Rumah Murah sejak 1993, Umar Sumadi dari Palembang di depan rumah buatannya di halaman Kementerian Perumahan Rakyat. Kementerian Perumahan Rakyat(Kemenpera) memiliki kebijakan kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah dengan dengan membayar angsuran per-bulan Rp 575.000 untuk harga rumah Rp 70 juta. (JG Photo/ Afriadi Hikmal/JG Photo/Afriadi Hikmal)

Jumlah bantuan yang diterima masyarakat sebesar Rp7,5 juta per unit rumah yang direhabilitasi.

Jakarta - Kementerian Perumahan Rakyat mengharapkan agar dana program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk beragam masyarakat yang membutuhkan di seluruh Indonesia terbebas dari "potongan liar".

"Kempera tidak mengharapkan adanya potongan ataupun pungutan liar terhadap dana BSPS untuk masyarakat," kata Jamil Ansari, Deputi Bidang Perumahan Swadaya Kempera dalam rilis yang diterima di Jakarta, Kamis (2/5).

Menurut Jamil, jumlah bantuan yang diterima masyarakat sebesar Rp7,5 juta per unit rumah yang direhabilitasi. Pihaknya berharap, tidak ada pungutan apapun dalam penyaluran BSPS.

Masyarakat, tegas dia, akan menerima dana BSPS yang disalurkan melalui Bank BRI sebesar Rp7,5 juta, tanpa potongan sepeser pun.

"Dana tersebut dapat diambil secara berkelompok dan kami juga berharap Kepala Desa, Babinsa, UPT, RT, RW bisa ikut melakukan pengawasan," harapnya.

Adanya program perumahan swadaya ini, kata Jamil, merupakan bentuk kepedulian pemerintah dalam membantu masyarakat untuk memiliki rumah layak huni.

Jamil menyatakan, jumlah bantuan rumah BSPS yang diberikan Kempera terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.

"Jika sebelumnya jumlah rumah yang dibantu hanya berkisar 25.000 per tahun, namun saat ini telah meningkat 10 kali lipat yakni 250.000 hingga 500.000 unit rumah per tahun," pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon