Aktif Dialog Antaragama, SBY Layak Dapat Penghargaan di New York

Senin, 6 Mei 2013 | 22:40 WIB
ES
WP
Penulis: Ezra Sihite | Editor: WBP
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Abror Rizki)

Jakarta - Staf Khusus Presiden bidang Hubungan Luar Negeri, Teuku Faizasyah menilai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) layak mendapatkan penghargaan menyusul protes penghargaan World Statesman Award dari Appeal of Conscience Foundation kepada SBY.

Selain memimpin bangsa Indonesia dengan keunikan budaya dan agama, Presiden juga aktif membuka dialog antarumat beragama di level internasional.

Teuku mengakui, hingga saat ini masih ada kasus-kasus intoleransi di Indonesia. Namun hal tersebut tak menghapus kiprah Presiden membangun nilai-nilai ke-Indonesiaan.

"Adanya kasus intoleransi tidak seharusnya menutup mata para komentator tersebut atas berbagai kemajuan dalam membangun nilai-nilai ke-indonesian di bawah Presiden SBY," kata Faizasyah di Jakarta, Senin (6/5).

Hal tersebut disampaikan Faizasyah menyusul adanya protes di dalam negeri mengenai pemberian penghargaan World Statesman Award dari Appeal of Conscience Foundation. Yayasan yang berbasis di New York tersebut didirikan Rabbi Arthur Scheneier yang aktif dalam bidang kebebasan beragama dan HAM.
Penghargaan itu direncanakan akan diberikan saat Presiden SBY ke New York tengah tahun ini.

"Presiden SBY dalam tataran internasional juga aktif memajukan interfaith dialogues dan bahkan membidani global intermedia dialogues untuk membangun pemahaman dan toleransi atas keragaman budaya dan anutan kepercayaan," lanjut Faizasyah.

Protes ormas dan aliansi keberagamana hari ini menilai Presiden SBY belum layak mendapat penghargaan mengingat masih banyaknya kasus intoleransi di Indonesia antara lain terhadap warga Ahmadiyah, Syiah, denominasi HKBP dan GKI Yasmin

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon