Kuota Transmigran dari Jakarta Dikurangi
Kamis, 9 Mei 2013 | 14:00 WIB
Jakarta - Salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI dalam menekan angka penangguran dan kemiskinan ibu kota adalah meningkatkan program transmigrasi. Setiap tahunnya, Pemprov DKI mengirimkan transmigran ke beberapa daerah sekitar 150 hingga 200 kepala keluarga (KK).
Sayangnya, untuk tahun ini, kuota transmigran asal DKI Jakarta akan dikurangi Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemnakertrans). Pasalnya, kuota tersebut akan diberikan lebih banyak kepada daerah-daerah yang terkena bencana.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DKI Jakarta, Deded Sukandar mengatakan bahwa pemerintah pusat sedang fokus untuk mengalokasikan transmigran lebih banyak kepada daerah-daerah terkena musibah.
"Warga yang berada di daerah yang terkena musibah, diberikan kuota transmigrasi lebih banyak. Supaya mereka bisa bertransmigrasi ke daerah tujuan transmigrasi dan mendapatkan peningkatan kehidupan yang lebih baik," kata Deded, Kamis (9/5).
Seperti Provinsi DI Yogyakarta yang diberikan kuota transmigran mencapai 300 KK. Daerah lainnya adalah Bandung dan Aceh. Akhirnya, DKI Jakarta harus rela kuota transmigrannya dikurangi oleh Kemnakertrans.
"Yogya diperkirakan ada 300 KK yang akan transmigrasi. Juga Bandung dan masih banyak daerah lainnya. Sehingga kuota kita lumayan turun, karena fokusnya lebih memprioritaskan daerah yang terkena bencana," ujarnya.
Untuk tahun ini, lanjutnya, kuota transmigran asal DKI Jakarta hanya diberikan sebanyak 100 KK. Pada 2012, jumlah transmigran yang dikirimkan ke beberapa daerah tujuan transmigrasi mencapai 185 KK. Lalu pada 2011 mencapai 150 KK, dan yang paling banyak pada 2010 yang mencapai 210 KK.
Pengiriman transmigran akan dilakukan pada Oktober 2013 mendatang. Hingga saat ini, Disnakertrans sedang melakukan perekrutan keluarga yang ingin transmingrasi ke luar wilayah DKI Jakarta. Begitu juga mematangkan kerja sama antar daerah dengan pemerintah daerah tujuan transmigrasi, untuk melihat lokasi yang akan menjadi domisili transmigran Jakarta.
Para transmigran yang dikirim ini, nantinya akan diarahkan ke berbagai bidang. Selain menjadi petani, mereka juga diarahkan untuk menjadi wirausaha. Bahkan khusus transmigran asal Kabupaten Pulau Seribu yang kebetulan memiliki keahlian sebagai nelayan, akan diarahkan menjadi nelayan.
Selama ini para transmigran asal Jakarta memiliki kemampuan yang lebih dibanding transmigran dari daerah lain. Mereka lebih memiliki pengalaman di berbagai bidang, khususnya wirausaha. Sehingga diharapkan bisa memanfaatkan sumber daya alam yang ada di lokasi tujuan.
"Sekarang kita ada daerah tujuan transmigrasi yang baru yaitu Minahasa. Mereka meminta transmigran asal Jakarta karena dinilai lebih memiliki keahliah. Sedangkan daerah tujuan transmigrasi lainnya adalah Sumatera Selatan, Bengkulu, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara," ungkapnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




