Remaja Tewas di Depan LP Cipinang adalah Korban Tawuran
Sabtu, 11 Mei 2013 | 00:36 WIB
Jakarta - Idris bin Zaini (17), remaja yang ditemukan tewas di depan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang, Jalan Bekasi Raya, Kelurahan Cipinang Besar Utara, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, diduga merupakan korban tawuran antara dua kelompok remaja.
Nunung (52), seorang pedagang di sekitar lokasi, menuturkan bahwa peristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.30 WIB. Saat itu dirinya yang sedang menjaga kantin, melihat ada dua kelompok remaja yang tengah tawuran di depan Kantor Imigrasi Jakarta Timur, Jalan Bekasi Raya.
"Tiba-tiba ada orang yang dikejar kena bacok. Terus, sebagian anak-anak yang tawuran itu ada yang lari ke dalam LP Cipinang. Korban yang luka bacok, waktu dilihat sudah meninggal," kata Nunung, Jumat (10/5) malam.
Sementara, salah seorang penjaga kantin LP Cipinang, Marsiah (45) menuturkan, dirinya melihat korban bersama sekelompok pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) naik mikrolet dari arah Klender. Sesampainya di depan Imigrasi, para pelajar tersebut turun dari Mikrolet, dan langsung diserang para remaja yang sehari-hari berprofesi sebagai "Pak Ogah" di putaran arah depan LP Cipinang.
"Karena diserang itu, anak-anak ini dan korban kabur ke dalam LP Cipinang meminta perlindungan. Nah, korban itu kayaknya ketangkep," tambahnya.
Berdasar informasi yang dihimpun, korban Idris yang diketahui merupakan warga Kebon Pala, RW 08, Kelurahan Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, tewas dengan delapan luka tusuk di bagian punggung, serta luka bacok di bagian kepala.
"Telah meninggal seorang anak laki-laki bernama Idris B Zaini, umur 17 tahun, karena dianiaya pakai senjata tajam," kata Kapolsek Jatinegara, Kompol Suminto, melalui pesan singkat kepada wartawan, Jumat (10/5).
Suminto mengatakan, meski berusia 17 tahun, Idris diketahui tidak berstatus sebagai pelajar. Saat ini, menurut Suminto, pihak kepolisian masih memeriksa sekitar empat saksi yang diduga mengetahui kejadian penganiayaan ini.
"Informasinya ada tawuran. Ketika tawuran selesai ada korban yang tewas. Korban sendiri diketahui putus sekolah. Saksi-saksi yang diperiksa ada empat orang, dan dibawa ke Polres Jakarta Timur. Pelakunya belum tertangkap, sekarang masih lidik," kata Suminto.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




