Pendekatan Kebudayaan Disarankan untuk Selesaikan Masalah Papua

Kamis, 16 Mei 2013 | 11:14 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Ilustrasi warga Papua yang terlibat bentrok.
Ilustrasi warga Papua yang terlibat bentrok. (ANTARA FOTO)

Jakarta - Pada peringatan "50 Tahun Integrasi Papua" yang berlangsung Rabu (15/5), di Hotel Borobudur, Jakarta, tampil sejumlah tokoh dan budayawan seperti Sri Sultan Hamengku Buwono X, Freddy Numbery, termasuk Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) Prof Dr Bambang Wibawarta.

Dalam kesempatan itu, sebagaimana disampaikan melalui rilis dari pihak FIB UI, Kamis (16/5), Sri Sultan antara lain berbicara dengan menekankan perlunya dialog, serta memahami Papua dengan sudut pandang Papua. Sementara Freddy Numbery menegaskan bahwa pemerintah sejauh ini masih tidak berhasil merebut hati dan pikiran masyarakat Papua.

Di kesempatan sama, Bambang Wibawarta mengatakan bahwa munculnya berbagai permasalahan di Papua, di antaranya karena negara yang disimbolkan dengan kekerasan dan bukan kesejahteraan. Ini menurutnya muncul sebagai akibat dari pendekatan keamanan yang sangat kuat yang diterapkan bertahun-tahun.

"Jika kita mengakui keberagaman sebagai aset yang jika tidak dikelola dengan baik akan dapat merugikan bahkan disintegrasi, maka sudah semestinya pendekatan yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah Papua adalah mengedepankan pendekatan budaya, dengan tanpa menegasikan pendekatan lainnya seperti keamanan," ungkap Bambang.

"Pendekatan budaya merupakan solusi jangka panjang. Bagaimana mungkin menyikapi masalah SDM, kesejahteraan, kesehatan atau pendidikan, dengan pendekatan keamanan? Dan pembangunan mestinya tidak hanya membangun ekonomi, namun juga membangun manusianya," tutur Bambang lagi.

"Membangun dengan pendekatan budaya adalah menempatkan manusia pada tataran tertinggi dalam setiap perubahan, dengan mengedepankan dialog. Budaya ini terkait dengan pendidikan, ekonomi atau kesejahteraan, hukum, character building, dan sebagainya," sambungnya.

Bambang pun menegaskan bahwa negara harus hadir pada bagian-bagian yang sangat dibutuhkan oleh orang-orang Papua, seperti dalam masalah pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi. Selain itu, potensi Papua juga harus disadari tidak hanya berupa sumber daya alam, namun yang juga sangat penting adalah sumber daya budayanya.

"Inilah yang harus dikelola dengan baik, melalui suatu strategi kebudayaan yang komprehensif. Akar permasalahannya-lah yang harus diselesaikan, bukan hanya gejala yang muncul di permukaan. Hanya kacamata budaya yang mampu melihat dan mendalami hal ini. Dengan potensi budaya yang sangat luar biasa dan sangat beragam, strategi kebudayaan merupakan jawabannya," pungkas Bambang.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon