Mundur dari kompetisi PSSI, klub dihukum 3 tahun

Kamis, 22 September 2011 | 08:50 WIB
ES
B
Penulis: Entin Supriati | Editor: B1

Jika tidak mampu penuhi aspek keuangan maka klub bisa turun kelas atau tidak turun di kompetisi tertinggi

Klub yang mundur di tengah jalan saat mengikuti kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) musim 2011/2012 diancam dikenai sanksi berat, yaitu tidak boleh turun pada kompetisi berikutnya selama tiga tahun berturut-turut.

Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin di Jakarta, Kamis, mengatakan, sanksi tegas yang diberikan merupakan bentuk konsekuensi, jika sebuah klub benar-benar mengabaikan aturan yang ada pada kompetisi tertinggi di Tanah Air ini.

"Sanksi berdasarkan statuta PSSI dan peraturan organisasi (PO) juga berlaku. Jadi klub yang mundur ditengah jalan mendapatkan sanksi dobel," katanya usai rapat Komite Eksekutif PSSI di Hotel Grand Sahid Jakarta.

Menurut dia, agar klub yang mengikuti kompetisi musim ini tidak mundur di tengah jalan, maka PSSI melakukan seleksi ketat terutama dalam 15 item persyaratan yang harus dipenuhi oleh masing-masing klub yang saat ini berpeluang turun di kompetisi tertinggi.

Salah satu item yang paling krusial saat ini, kata dia, adalah masalah keuangan. Setelah tidak diperbolehkan lagi memakai APBN, setiap klub dituntut untuk kreatif dalam mencari sumber dana selain masukan dari tiket.

"Makanya, verifikasi kami lakukan dengan ketat. Jika tidak mampu memenuhi aspek keuangan maka klub bisa turun kelas atau tidak turun di kompetisi tertinggi," katanya menambahkan.

Saat ini, PSSI telah menetapkan sebanyak 24 klub yang akan turun di LSI musim 2011/2012 dengan format satu wilayah. Dari jumlah ini kemungkinan besar bisa berkurang jika klub-klub itu tidak mampu memenuhi beberapa aspke diantaranya aspek keuangan dan infrastruktur.

Dari 24 klub yang berpeluang besar turun di kompetisi tertinggi adalah Persipura, Arema, Persija, Semen Padang, Persib, Persisam, Persiba, Persela, Sriwijaya FC, Persiwa, Deltras, PSPS, Pelita Jaya dan Persijap.

Sementara empat klub promosi dari Divisi Utama adalah Persiba Bantul, Persiraja Banda Aceh, Mitra Kukar dan pemenangan play off Persidafon Dafonsoro, katanya.

Untuk enam klub baru yang ditunjuk oleh PSSI guna melengkapi 24 klub adalah Persema Malang, Persibo Bojonegoro, PSM Makassar, PSMS Medan, Bontang FC dan Persebaya Surabaya, katanya.

"Verifikasi akan kami lakukan hinggal 26 September nanti. Itu adalah batas akhir. Jika tidak lolos maka tidak bisa turun pada kompetisi LSI yang akan dimulai 9 Oktober nanti," kata mantan Sekjen KONI Pusat itu.

Mantan Deputi Menpora itu berharap, dengan berbagai macam sanksi yang disiapkan, setiap klub yang akan turun dikompetisi tertinggi harus mempersiapkan diri dengan baik.

Sebelumnya, Manager Klub Persidafon Dafonsoro Iwan Nazarudin mengatakan, kendala yang diharapi klub saat ini adalah sama yaitu masalah keuangan. Kondisi itu terjadi salah satunya akibat terlambatnya kejelasan peserta dan fortma kompetisi musim ini.

"Sebetulnya banyak sponsor yang berminat. Sedikitnya ada 14. Tapi, karena kejelasan format kompetisi tidak jelas mereka pada menarik diri," katanya usai verifikasi klub LSI.

Menurut dia, meski posisinya saat ini belum aman, pihaknya telah berusaha memenuhi ketubuhan dana yang salah satunya kembali melakukan negosisasi dengan calon sponsor.

Hingga saat ini klub adik kandung Persipura Jayapura itu telah mendapatkan dukungan dan yang lumayan besar yaitu dari Bank Papua dan BRI yang besarnya mencapai Rp4 miliar.
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon