Tolak Digusur, Warga Buaran I Tutup Jalan I Gusti Ngurah Rai
Jumat, 17 Mei 2013 | 11:05 WIB
Jakarta - Ratusan kepala keluarga yang sudah tinggal selama puluhan tahun di Buaran I RT 08/12, Kelurahan Klender, Kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur mengamuk pada Jumat (17/5) pagi. Mereka menutup Jalan I Gusti Ngurah Rai, tepatnya di depan Halte Busway Buaran dengan membentangkan berbagai spanduk. Kemacetan parah pun terjadi hingga ke lampu merah Fly Over Radin Inten.
Aksi ini dipicu rencana PT Graha Karisma yang mengklaim memiliki lahan yang dihuni oleh ratusan warga yang sebagian besar pengrajin besi tua tersebut. Para ibu histeris dan berteriak mengecam aksi perusahaan yang diduga mengerahkan jasa preman meneror warga agar pindah dari tanah puluhan hektar tersebut.
"Setiap malam kami didatangi para preman dengan membawa golok supaya pindah. Ke mana Pak Jokowi yang katanya membela wong cilik?" kata Maimunah (66) salah seorang warga.
Patuan Nainggolan, Kuasa Hukum Warga mengatakan, para warga yang tidak pernah diajak berdialog tiba-tiba disomasi PT Graha Cipta Karisma untuk segera meninggalkan tanah tersebut. Namun, pihaknya tak menanggapi somasi itu, dan mengadukan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
"Kami mengadu ke Jokowi, dari situ atas perintah Wali Kota Jakarta Timur ada Satpol PP yang mengatakan akan melakukan eksekusi hari Kamis 16 Mei besok. Kami melihat ada tindakan semena-mena, pemerintah hanya memikirkan sebelah pihak tanpa memikirkan kelompok ini," katanya saat ditemui di lokasi.
Dikatakan Patuan, begitu banyak bangunan semipermanen yang berdiri di sepanjang Jalan I Gusti Ngurah Rai. Namun, hanya pemukiman warga asal Madura saja yang disomasi untuk digusur.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kawasan tersebut rencananya akan dibangun sebuah perumahan elite dari pengembang. Bahkan menurut Patuan, PT Graha Cipta Karisma siap membayarkan Rp 125 juta per kepala, jika warga merelakan tanahnya.
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Sayogo Hendro Subroto yang datang dan menenangkan warga menyatakan, pihaknya akan meminta Pemkot Jakarta Timur untuk membuka dialog dengan warga.
Lebih jauh, PT Graha Cipta harus membebaskan lahan dengan membeli bangunan-bangunan yang ada di kawasan tersebut "Langkah-langkah yang tidak pernah mengajak dialog warga ini tidak benar. Akan saya telepon Pemkot Jakarta Timur untuk membuka dialog dengan warga," kata Sayogo.
Beruntung aksi tutup jalan warga ini tak berlangsung lama. Sekitar 30 menit, Jalan I Gusti Ngurah Rai dibuka kembali.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




