“Perang Ban” Berlanjut, Ferrari-Lotus vs Red Bull-Pirelli
Sabtu, 18 Mei 2013 | 06:59 WIB
London – Perang soal ban di Formula 1 kembali meletus, kali ini makin sengit, setelah Ferrari bergabung dengan Lotus untuk menyerang Red Bull dan menuduh tim juara dunia itu pendek ingatan, dan bahwa pemasok ban Pirelli tunduk pada tekanannya.
Setelah berbagai pernyataan keras silih berganti, menyusul keputusan Pirelli untuk mengganti struktur ban mulai Grand Prix Kanada nanti setelah banyak dikritik, makin jelas bahwa Ferrari dan Lotus yakin kalau Red Bull telah menekan pabrik ban Italia itu untuk mematuhi perintah mereka.
Pirelli membantah hal itu, namun sejak pertikaian ini bermula akhir pekan lalu di Grand Prix Spanyol, tim-tim mulai pecah pendapat dan bola bergulir liar menjelang seri selanjutnya di Monaco akhir pekan nanti.
Pemilik Red Bull Dietrich Mateschitz sebelumnya mengatakan bahwa F1 bukan lagi soal balapan, namun bagaimana menjaga ban tetap awet.
Pernyataan itu dibuat setelah juara dunia Sebastian Vettel gagal menerapkan strategi tiga kali ganti ban dan akhirnya terpaksa mengganti ban keempat kalinya dan gagal finis di podium.
Begitu Pirelli setuju mengganti struktur ban akibat kritikan itu, Lotus pun memprotes. Tim itu memang yang paling berhasil beradaptasi dengan kondisi ban Pirelli yang cepat aus.
Ketika tim besar lain berganti ban empat kali, Lotus cukup melakukannya tiga kali. Kalau yang lain tiga kali, Lotus dua kali. Dan pembalapnya Kimi Raikkonen sampai lima seri digelar bisa juara sekali dan finis podium kedua tiga kali.
Bos Lotus Eric Boullier telah mengungkapkan rasa frustrasinya, bahwa tim yang lebih baik beradaptasi justru harus dihukum oleh keputusan Pirelli itu.
"Tidak banyak cabang olahraga di mana ada perubahan yang begitu fundamental di bagian yang esensial menuju paruh musim," kata Boullier, merujuk pada rencana pergantian ban oleh Pirelli.
"Coba bayangkan ini sebentar, karena satu tim sepakbola tidak bisa berlari sekencang lawannya, ukuran lapangan diubah di paruh waktu."
Ferrari mendukung ucapan Boullier itu, dan mempertanyakan keluhan Red Bull soal jumlah pit stop di Barcelona karena dua musim lalu Vettel juara di sirkuit yang sama juga dengan empat kali ganti ban.
Dalam laman website-nya, Ferrari yang juara di Spanyol lewat Fernando Alonso dengan empat kali pergantian ban menyatakan: "Ini memang saat yang sulit bagi orang-orang yang punya ingatan pendek. Mungkin ini disebabkan oleh melimpahnya informasi yang tersedia di jaman sekarang sehingga orang cepat berkomentar, melupakan apa yang terjadi belum lama berselang."
Kritikan Red Bull atas strategi ban Pirelli di Spanyol dilakukan dua tahun setelah Vettel menang juga di Barcelona dengan strategi sama: empat kali pit stop.
"Atau mungkin sel otak yang mengendalikan memori hanya bekerja secara selektif, tergantung hasil yang diraih pemilik otak di trek. Contoh klasik soal ini adalah gonjang-ganjing yang terjadi sekarang terkait jumlah pit stop," tulis Ferrari.
"Suara-suara mengemuka untuk menggarisbawahi fakta bahwa bahwa berbagai tim – sebagian naik podium sebagian nyaris – melakukan empat kali pit stop di Grand Prix Spanyol belum lama ini sehingga balapan menjadi sulit diikuti."
"Ini memalukan bahwa orang-orang terhormat itu diam saja dua tahun silam, ketika di sirkuit yang sama Catalunya (Barcelona) dan juga di trek Istanbul, lima dari enam pembalap yang naik podium di dua balapan itu juga melakukan jumlah pit stop yang sama seperti yang dilakukan Alonso dan (Felipe) Massa di Grand Prix Spanyol hari Minggu lalu," pungkas Ferrari.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




