Terlibat Baku Hantam, Wartawan dan Mahasiswa Lapor Polisi
Rabu, 22 Mei 2013 | 19:13 WIB
Jakarta - Aksi baku pukul antara wartawan dan mahasiswa, terjadi dalam aksi unjuk rasa memperingati Tragedi Trisaksi 12 Mei 1998, di depan Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (22/5).
"Awalnya saya tidak mengetahui. Saya tahunya ada teriakkan dan ribut. Terpaksa kita lakukan pelaraian atau pemisahan," ujar Kapolres Jakarta Pusat, Komisaris Besar Polisi Angesta Romano Yoyol, di bilangan Monas, Jakarta Pusat, Rabu (22/5).
Dikatakan Yoyol, kedua pihak kini di arahkan membuat laporan karena saling merasa menjadi korban.
"Kalau versi wartawan, tadi ada yang dipukul mahasiswa. Sementara, mahasiswa (mengaku) juga ada yang dipukul. Makanya dua-duanya kita arahkan untuk bikin laporan," ungkapnya.
Ia melanjutkan, pasca keributan itu tak ada pihak yang diamankan. Soalnya, dua-duanya merasa dirugikan.
"Tidak ada yang diamankan. Kita ajak yang merasa dirugikan atau yang merasa dipukul, silahkan melapor dan kita arahkan ke Polda Metro Jaya. Ada tiga orang wartawan dan tiga mahasiswa yang diarahkan membuat laporan. Tadi dikawal anggota Polsek Gambir," jelasnya.
Ihwal pada saat keributan ada dari salah satu mahasiwa yang mengaku sebagai anak Jenderal, Yoyol menyampaikan, pihaknya tak memandang siapa pelaku serta korban, dan tetap akan menyelesaikan perkara ini sesuai fakta hukum.
"Saya enggak tahu anak Jenderal mana. Nanti kita cek datanya. Mau anak mana sama saja, kami akan proses sesuai fakta hukum," tandasnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Sukron kontributor Sindo TV, saat ini sedang membuat laporan di Mapolda Metro Jaya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




