Parpol Harus Dengar Suara Rakyat
Kamis, 23 Mei 2013 | 17:46 WIB
Banda Aceh – Partai politik (parpol) jangan pernah meninggalkan rakyat termasuk dalam penentuan calon presiden (capres) pada pemilihan presiden (pilpres) 2014 mendatang. Parpol harus mendengarkan aspirasi dan suara rakyat.
Hal itu disampaikan Sosiolog dari Universitas Indonesia (UI), Thamrin Amal Tomagola di sela-sela acara Masyarakat Peduli Kepemimpinan Nasional (MPKN) 2014, di Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam, Kamis (23/5).
"Parpol jangan pernah sekali-kali tinggalkan rakyat. Kongkretnya jangan selalu capres dikutak katik di tingkat parpol. Parpol harus dengar suara dari rakyat," kata Thamrin.
Dia mengakui bahwa capres mesti memiliki kendaraan politik. Karena itulah, parpol merupakan jalan satu-satunya menjadi capres. Namun, parpol harus diberikan penyadaran politik. Artinya, parpol jangan sembarangan mengusung capres, apalagi jika berasal dari internal partai.
"Kendaraan politik para capres tentu adalah parpol. Kita harus lakukan tekanan publik agar parpol benar-benar usung capres yang berasal dari rakyat dan mendengar jantung rakyat," ujarnya.
Disinggung terkait peluang mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal (Purn) George Toisuta diusung sebagai capres maupun calon wakil presiden (cawapres), Thamrin berpendapa bahwa George harus bisa mendekatkan diri dengan rakyat.
"Kalau Pak George bisa citrakan diri sebagai orang yang bersama rakyat, tidak berjarak dengan rakyat, itu bagus. Jokowi (Joko Widodo) kan bisa jadi Gubernur DKI Jakarta karena kerakyatannya. Apalagi orang Jakarta, muak dengan elit," tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Rektor Universitas Pattimura, Thomas Pentury mengatakan, setiap warga negara memiliki kesetaraan di mata hukum. Karena itulah, jangan sampai timbul dikotomi primordialisme. Apalagi untuk mencari pemimpin nasional pada 2014 mendatang. "Kita sepakat, semua rakyat sama di depan hukum, tidak ada pembedaan berdasarkan suku. Kita bangun dasar nasionalisme," kata Thomas.
Menurutnya, rakyat jangan pernah berharap akan muncul pemimpin yang berkualitas jika tidak diciptakan.
"Untuk lahirkan pemimpin, kita perlu bangun sistem pendidikan yang benar. Pemimpin jangan diharapkan tiba-tiba bisa muncul," tandasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




