Satelit Ekuador dan Rusia Bertabrakan di Luar Angkasa

Kamis, 23 Mei 2013 | 18:28 WIB
AF
B
Penulis: Andres Fatubun | Editor: B1
Satelit Pegasus, milik Ekuador.
Satelit Pegasus, milik Ekuador. (wired/wired)

Ekuador - Satelit nano Ekuador, Pegasus, bertabarkan dengan satelit milik Rusia, S14, yang sudah tidak berfungsi. Lembaga antariksa Ekuador (EXA) sedang berusaha mencari kembali sinyal dari Pegasus yang diterbangkan dari statsiun luar angkasa Jiuquan, China, sebulan lalu. Pegasus merupakan satu-satunya satelit milik Ekuador. Satelit mungil berbentuk kubus itu mempunyai berat sekitar 1,2 Kg, dan mengobrit di ketinggian 650 Km dari atas permukaan bumi.

Para ahli antariksa memperkirakan tabrakan terjadi pada hari Rabu, pukul 05.38 GMT. Ketua EXA, Ronnie Nader, mengatakan pihaknya akan segera mencari satelitnya yang hilang itu dalam waktu 36 sampai 48 jam. Lebih dari itu, Pegasus kemungkinan besar akan hilang di antariksa.

Nader menambahkan Pegasus digunakan untuk kepentingan perkiraan cuaca, dan keperluan lainnya yang tidak berhubungan dengan militer. Satelit tersebut bernilai sekitar 700 ribu US dolar.

Ekuador berencana akan mengorbitkan satelit kedua, Kryasor, pada Agustus nanti yang diterbangkan dari Rusia.

Lembaga Antariksa Internasional memperkirakan terdapat sekitar 22.000 satelit yang mengelilingi bumi, dimana 87%-nya adalah satelit yang sudah tidak berfungsi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon