Kesehatan

Hati-hati! Berbohong berdampak pada kesehatan

Sabtu, 24 September 2011 | 19:03 WIB
B
BA
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1

Tidak secara langsung, tetapi menjadi beban dalam diri.

Berbohong merupakan upaya seseorang untuk berkelit dari fakta yang sesungguhnya.

Menurut dr Ari F Syam, praktisi klinis dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM, dalam tulisannya kepada wartawan, "Saat berbohong, terjadi konflik batin dalam diri seseorang. Ketika hati nurani kita ingin berbicara sebenarnya, tetapi harus ditutupi. Hal ini jelas akan menjadi beban bagi orang yang berbohong tersebut. Cepat atau lambat perbuatan bohong akan membawa dampak bagi kesehatan."

Dijelaskan dr Ari, tekanan dalam diri orang yang berbohong akan makin besar jika ada upaya-upaya dari pihak luar yang berusaha membuktikan kebohongan tersebut. "Tantangan bagi mereka yang  berbohong semakin berat dan ini pasti menambah tekanan kejiwaan bagi orang yang sedang berbohong dan mempertahankan kebohongannya," tambahnya.

Menurut dr Ari, tekanan jiwa ditambah dengan stres lain bisa menyebabkan gangguan jiwa (neurosis), seperti depresi, kegugupan, maupun gangguan fisik akibat kejiwaan berupa psikosomatik.

Psikosomatik adalah penyakit fisik yang didasari oleh penyakit psikis (stres). Di antaranya; asam lambung meningkat, susah buang air besar, diare, tekanan darah tidak terkontrol, gula darah tidak terkontrol, asma, stroke, serangan jantung, dan lainnya.

Gangguan fisik lain, menurut dr Ari, bisa lebih menonjol dan mengganggu ketimbang masalah gangguan psikis. "Pasien bisa saja datang dengan keluhan gatal pada kulit atau bahkan berupa eksim, pegal-pegal pada bagian badan tertentu (fibromyalgia), sesak nafas tanpa sebab yang jelas, sakit kepala kronis, migren, nafsu makan terganggu (umumnya menurun, tetapi bisa meningkat). Bisa juga tidurnya terganggu."

Nafsu makan yang menurun, gangguan tidur merupakan penyebab-penyebab awal penurunan daya tahan tubuh, hal-hal semacam ini umumnya menyebabkan orang tersebut rentan berbagai penyakit infeksi.

 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon