Desmon: Teddy Rusmawan Kacau
Selasa, 28 Mei 2013 | 18:55 WIB
Soal dirinya terlibat atau tidak, Desmon meminta agar ditanyakan ke KPK.
Jakarta - Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Desmond Mahesa Junaidi, menilai pernyataan AKBP Teddy Rusmawan soal aliran dana dalam empat kardus ke Banggar DPR terkait proyek simulator sebagai pernyataan kacau.
"Kacau itu orang," kata Desmon saat dihubungi di Jakarta, Selasa (28/5).
Soal dirinya terlibat atau tidak soal itu, dia meminta agar ditanyakan ke KPK saja. Dia mengaku sama sekali tak tahu apakah ada kardus berisi uang yang diserahkan oknum kepolisian.
"Tanya saja KPK," kata Desmon.
Sebelumnya, Badan Anggaran (Banggar) DPR RI disebut menerima jatah uang sebanyak empat kardus dari proyek pengadaan driving simulator 2010 di Korlantas Mabes Polri.
Hal itu dikatakan saksi AKBP Teddy Rusmawan saat bersaksi dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (28/5).
Ketika bersaksi untuk terdakwa Irjen Pol Djoko Susilo, Teddy selaku Ketua Panita Pengadaan proyek simulator 2011 mengaku, diperintahkan oleh Kakorlantas Irjen Pol Djoko Susilo untuk menyerahkan uang sebanyak empat kardus kepada koordinator Banggar, yaitu Muhammad Nazaruddin.
"Ada 4 kardus untuk kelompok Banggar. Di kumpulkan di Nazaruddin. Katanya, koordinatornya Nazaruddin," kata Teddy.
Menurut Teddy, uang sebanyak empat kardus yang tidak diketahui jumlahnya tersebut diberikan, karena Nazaruddin menagih jatah untuk proyek pengadaan simulator tahun 2010.
Selain Nazaruddin, Teddy mengatakan, bahwa dalam pertemuan di restoran bernama Basara juga dihadiri oleh beberapa anggota dewan lainnya, yaitu Wakil Ketua Komisi III DPR RI fraksi Golkar, Aziz Syamsuddin, anggota komisi III DPR RI dari fraksi Golkar Bambang Soesatyo, anggota komisi III DPR RI dari fraksi PDIP Herman Herri, dan anggota komisi III DPR RI dari fraksi Gerindra, Desmond Junaidi Mahesa.
"Tetapi yang hadir bukan Nazaruddin saja. Saat di Basara ada Nazaruddin, Bambang Soesatyo, Desmon Mahesa, Herman Herri dan Aziz Syamsuddin," ungkapnya.
Sebelumnya, diketahui bahwa ada pertemuan di restoran king krab di kawasan Bisnis Sudirman tahun 2010 yang dihadiri oleh Anas Urbaningrum, Nazaruddin, Djoko Susilo, Teddy Rusmawan dan Budi Susanto dari PT Citra Mandiri Metalindo Abadi (CMMA).
Selain itu, ada juga pertemuan di Hotel Dharmawangsa yang dihadiri oleh Djoko Susilo, Teddy, Nazaruddin, Anas, Saan Mustofa, Benny K Harman dan I Gede Pasek Suardika.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




