Harga Properti di Kelapa Gading Naik Drastis

Rabu, 29 Mei 2013 | 17:04 WIB
ER
FH
Penulis: Ely Rahmawati | Editor: FER
Summarecon Bekasi
Summarecon Bekasi (Antara)

Rata-rata kenaikan mencapai angka 30%.

Jakarta - Harga properti di Kelapa Gading, Jakarta Utara, telah meningkat drastis dalam dua tahun terakhir. Rata-rata kenaikan harga properti komersial dan residensial bisa mencapai 300% terutama untuk yang berlokasi di pusat kota.

"Dibandingkan kawasan lainnya, wilayah Kelapa Gading masih memiliki pamor yang tinggi sebagai tempat tinggal dan berinvestasi. Harganya naik pesat hingga tiga kali lipat dalam dua tahun terakhir," kata Direktur Utama PT Summarecon Agung Tbk Johanes Mardjuki di Jakarta, baru-baru ini.

Menurut Johanes, perkembangan properti di Kelapa Gading meningkat signifikan dibandingkan Serpong dan Bekasi.

Meskipun tampaknya sudah padat, namun harga properti kawasan Summarecon Kelapa Gading selalu meningkat tajam. Berbeda dengan Summarecon Serpong atau Bekasi yang relatif tumbuh dikisaran 20-30% per tahun," jelas dia.

Principal Ray White Kelapa Gading David Tjandra pernah mengatakan, kawasan Kelapa Gading masih menjadi pilihan banyak pengusaha untuk berinvestasi dan berbisnis. Faktor fengshui dan kepala naga masih menjadi motivasi bagi warga untuk mencari keberuntungan di wilayah ini.

"Bahkan, untuk menopang pesatnya pertumbuhan properti komersial di Kelapa Gading, sejumlah wilayah terdekat seperti Pulo Mas, Cempaka Putih, dan lainnya, mulai banyak proyek perkantoran," papar David.

Permintaan perkantoran di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, diprediksikan tumbuh pesat sehingga mendorong kenaikan di atas 20% pada tahun ini. Tingginya permintaan didorong berkurangnya pasokan ruko dan menara perkantoran terutama di lokasi strategis.

David menjelaskan, penjualan ruko dan ruang perkantoran di sepanjang jalan raya Boulevard dan Grand Orchard sudah mulai kosong. Sebaliknya, permintaan pebisnis untuk membuka usaha di Kelapa Gading cukup tinggi.

Properti komersial seperti ruko dan perkantoran bakal naik sebesar 20% dari harga pasaran Rp 25 juta per meter persegi," ujar dia.

David menuturkan, penjualan properti komersial di Kelapa Gading didominasi oleh pasar primer sebesar 60% dibandingkan pasar sekunder yakni 40%.

"Saat ini, sudah banyak pengembang yang menggandeng broker untuk menjual propertinya. Misalnya, ruko Graha Boulevard dan Menara Satu milik Summarecon yang baru saja diluncurkan," ungkap dia.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon