MPR dan UPH Jajaki Pembangunan Laboratorium Pancasila

Kamis, 30 Mei 2013 | 14:50 WIB
MS
B
Penulis: Markus Junianto Sihaloho | Editor: B1
Dari kiri ke kanan: Arief Budimanta, Wakil Ketua MPR Meilani Leimena, Dekan Jurusan Desain dan Perencanaan UPH Manlian Ronald Simanjuntak, Ketua MPR Taufiq Kiemas, Wakil Ketua MPR Hajriyanto Y Thohari, politisi PDIP Panda Nababan, dan anggota MPR Yasona Laoly.
Dari kiri ke kanan: Arief Budimanta, Wakil Ketua MPR Meilani Leimena, Dekan Jurusan Desain dan Perencanaan UPH Manlian Ronald Simanjuntak, Ketua MPR Taufiq Kiemas, Wakil Ketua MPR Hajriyanto Y Thohari, politisi PDIP Panda Nababan, dan anggota MPR Yasona Laoly. (Markus Junianto Sihaloho/Beritasatu.com)

Jakarta - Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) sedang menjajaki kemungkinan kerja sama dengan Universitas Pelita Harapan (UPH) terkait pembangunan laboratorium Pancasila.

Hal itu muncul dalam pertemuan antara Ketua MPR Taufiq Kiemas, dengan jajaran petinggi UPH yang diwakili Dekan Jurusan Desain dan Perencanaan, Manlian Ronald A Simanjuntak, di Gedung MPR, Jakarta, Kamis (30/5).

Berbicara kepada wartawan seusai pertemuan itu, Taufiq mengatakan bahwa pihaknya sangat setuju bila UPH memberi sumbangsih dalam proses sosialisasi Pancasila kepada masyarakat.

"Ini pasti akan membantu MPR. Karena akan ada kajian Pancasila sebagai dasar negara, ideologi, sekaligus sebagai ilmu," kata Kiemas.

Dia menekankan, sumbangsih demikian akan membawa efek positif bagi bangsa, sehingga aplikasi Pancasila di kehidupan sehari-hari semakin membaik. "Ini akan baik, agar aplikasinya juga baik di kehidupan sehari-hari," ujar Kiemas yang juga politikus senior PDI Perjuangan itu.

Sementara itu, Manlian Ronald mengatakan, pertemuan itu membahas rencana kerja sama di mana UPH akan menjadi pusat laboratorium Pancasila di Indonesia.

"Kami nanti jadi pangkalan. Harapannya, kalau MPR atau lembaga mana pun membutuhkan alat dan bahan soal Pancasila, tinggal ambil di kita. Semacam database," kata Manlian.

Manlian juga menyatakan bahwa hal demikian dinilai diperlukan, di tengah situasi bangsa yang susah dilepaskan dari era globalisasi, di mana tantangan mempertahankan Pancasila sebagai ideologi bangsa semakin menemui kesulitan.

"Di dalam itu, perlu ada kajian yang mengantisipasi dinamika bangsa. Salah satu caranya (adalah) dengan mewujudkan ide ini," ujarnya.

Walau berharap keberadaan laboratorium Pancasila itu kelak bisa menjadi ciri khas UPH, Manlian mengatakan bahwa pihaknya tak menutup kemungkinan adanya kerja sama dengan kampus lain terkait hal itu.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon