Wajar Bila Publik Curigai Priyo ke Sukamiskin
Senin, 3 Juni 2013 | 15:10 WIB
Jakarta - Anggota Komisi III dari PPP, Ahmad Yani menilai wajar bila publik mencurigai kunjungan Wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santoso ke Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin Bandung, Jawa Barat. Apalagi di tempat itu terdapat sejumlah tersangka kasus korupsi yang diduga berkaitan dengan Priyo.
Yani mengatakan bahwa kunjungan Priyo menjadi masalah politis karena dilakukan pada momen yang tidak tepat. Yakni ketika nama Priyo tengah disebut-sebut terlibat dalam kasus korupsi pengadaan Alquran, di mana salah satu tersangkanya adalah Fahd El Fouz, yang tengah mendekat di Sukamiskin.
"Jadi sangat wajar bila publik mencurigai kunjungan Pak Priyo. Walau secara prinsip semua orang, termasuk anggota DPR bisa berkunjung ke lapas," kata Yani di Jakarta, Senin (3/6).
"Saat ini bisa saja setiap orang mempertanyakan motif kedatangan Priyo ke lapas karena ada kasus dugaan korupsi Alquran itu," lanjutnya.
Sebelumnya, Priyo sendiri sempat menyampaikan suara hatinya soal isu kedatangannya ke LP Sukamiskin Bandung, di mana Fahd El Fouz, salah satu saksi kasus dugaan korupsi pengadaan Alquran ditahan.
Priyo bercerita awal inspeksi mendadaknya itu adalah karena dia berada dua hari di Bandung, Jawa Barat, untuk mengikuti perkuliahan.
Setelah dua hari itu, dia berniat pulang ke Jakarta, bersama ajudan yang menemaninya.
"Kebetulan karena Hari Peringatan Lahirnya Pancasila, kemudian saya menilai dari sisi kemanusiaan, saya berencana hadir ke Sukamiskin. Agak mendadak memang," kata Priyo di Jakarta, Senin (3/6).
"Rencana saya memang sekalian menengok, taruhlah tokoh-tokoh Golkar yang memang beberapa saat jadi warga binaan di sana. Saya ketemu dengan Pak Syamsul Arifin mantan Gubernur Sumut yang juga Ketua Golkar, kemudian Pak Zaini, Pak Tedjo Yuwono. Kemudian ada Fahd, ya benar."
"Tapi kemudian bergabung, ada Pak Hari Sabarno, Pak Edi Widiono. Pak Hari Sabarno juga bilang pernah jadi Menkopolkam loh."
"Menit-menit terakhir sebelum pulang ada Pak Nazaruddin, sahabat kami dari Partai Demokrat, juga ada mantan Ketua Dewan DPRD di Jakarta."
Priyo bersikeras kedatangannya itu adalah kunjungan biasa dan pada jam uang sewajarnya. Dia mengaku didampingi Kalapas dan tiga pejabat lapas lainnya selama kunjungan itu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




