KPK Didesak Periksa Bupati Yang Kekayaannya Naik Drastis

Selasa, 4 Juni 2013 | 19:24 WIB
MS
YD
Penulis: Markus Junianto Sihaloho | Editor: YUD
(beritasatu.com)

Jakarta - KPK diminta untuk segera melakukan penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi yang diduga dilakukan seorang Bupati di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Bupati tersebut kekayaannya dinilai mendadak naik secara tidak wajar.

Laporan itu disampaikan oleh Majelis Rakyat Konawe Utara Bersatu (MRKB), yang mengadukan Bupati Konawe Utara, Aswad Sulaiman ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Jakarta, Selasa (4/6).

Laporan didasari atas dugaan gratifikasi karena peningkatan harta kekayaan yang dinilai tidak wajar selama Aswad menjadi penjabat sementara (Pjs) hingga menjadi bupati definitif di Konawe Utara (Konut).

Warga masyarakat itu membawa dokumen bukti dugaan penyelewengan ke KPK, dipimpin Yen Ayas Laturumo dari MRKB.

"Kami ingin KPK memproses dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di daerah kami," kata Yen Anas dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (4/6).

Dia mengklaim, berdasarkan penelusuran pihaknya, telah ditemukan rumah mewah, tiga ruko, SPBU, dan 70 hektar lahan untuk kebun kelapa sawit yang diduga milik Aswad. Bahkan, MRKB juga menyebut Aswad memiliki mobil Hummer yang dibeli tak lama setelah dilantik menjadi bupati Konut.

Selain itu, Aswad juga diduga memiliki mobil KIA warna hitam pelat DT 1 UY dan mobil KIA Sportage II berplat nomor DT 11 BU.

Padahal berdasar Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), kenaikan harta Aswad hanya Rp 1,2 miliar per 31 Maret 2012, tepatnya Rp 3,74 miliar dari sebelumnya Rp 2,54 miliar di 2010.

"Kami berharap KPK membentuk tim khusus dan melakukan audit terhadap kekayaan bupati Konut," tegasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon