Tim Investigasi Freeport Temui Kementrian ESDM

Jumat, 7 Juni 2013 | 17:02 WIB
RP
YD
Penulis: Rangga Prakoso | Editor: YUD
Tim penyelamat menggunakan 'ground support split set dan welded mesh' untuk mencegah reruntuhan batu dalam upaya penyelamatan sejumlah pekerja yang masih terjebak ruang bawah tanah yang runtuh di arena Big Gossen, tambang PT Freeport Indonesia, di Timika, papua.
Tim penyelamat menggunakan 'ground support split set dan welded mesh' untuk mencegah reruntuhan batu dalam upaya penyelamatan sejumlah pekerja yang masih terjebak ruang bawah tanah yang runtuh di arena Big Gossen, tambang PT Freeport Indonesia, di Timika, papua. (Antara/dok.PT Freeport Indonesia)

Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melakukan rapat dengan tim investigasi independen terkait peristiwa longsornya ruang kelas fasilitas pelatihan tambang bawah tanah Big Gossan, Papua milik PT Freeport Indonesia.

"Kami akan menyampaikan laporan awal," kata Ketua Tim Investigasi Ridho Wattimena ditemui di kantor Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (07/05).

Guru besar Teknik Pertambangan ITB itu mengaku belum ada rekomendasi yang dikeluarkan pihaknya terkait insiden di Freeport tersebut. Namun dia menyatakan dalam waktu dekat, rekomendasi itu disampaikan ke pemerintah. "Secepatnyalah kami sampaikan," katanya sembari bergegas masuk ke ruang rapat.

Sementara itu, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara, Thamrin Sihite mengatakan rapat hari ini bersifat teknis sehingga belum ada keputusan resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah. Dia menjelaskan rekomendasi tidak hanya dari tim independen melainkan juga inspektur tambang Kementerian ESDM akan menyampaikan laporan hasil investigasi mengenai insiden longsor tersebut.

"Nanti lapor ke pak menteri dulu. Rapat inikan teknisnya dulu kita bicara, kan bukan cuma dari tim independen, inspektur tambang juga ada. Dikombinasikan gitu," jelasnya sebelum rapat dimulai.

Atap fasilitas pelatihan tambang bawah tanah Freeport di area Big Gossan, Timika Papua, runtuh pada Selasa (14/05) lalu. Saat kejadian, terdapat 38 karyawan Freeport yang mengikuti pelatihan di fasilitas tersebut. Proses evakuasi korban insiden runtuhnya terowongan tersebut baru selesai Selasa (21/05) lalu.

Akibat insiden ini, sebanyak 28 tewas tertimbun runtuhan terowongan, 5 pekerja mengalami luka berat dan 5 pekerja luka ringan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon