Wisata
Sepuluh Tempat Travel Ikonik
Senin, 22 Agustus 2011 | 12:56 WIB
Berikut ini 10 tempat wisata kenamaan beserta kegiatan-kegiatan yang membuat lokasi ini terkenal.
Berselancar di Hawaii, Amerika Serikat
Hawaii terkenal akan pusat belajar berselancar. Banyak sekolah dan instruktur selancar yang siap mengajar cara membaca arus, mendayung, berdiri di atas papan, serta mengarungi ombak. Tempat terbaik untuk mencari sekolah-sekolah ini ada di Waikiki Beach dan Puena Point. Rata-rata, biaya untuk belajar berselancar sebesar $99 (Rp846.000).
Memasak di Hanoi, Vietnam
Penggemar kuliner bisa belajar memasak langsung kepada koki-koki restoran di Vietnam. Di pinggiran sungai Hoi An River, Red Bridge Restaurant and Cooking School salah satunya. Tinggal pilih mode kursus seharian atau setengah hari. Kelas dimulai dengan membeli bahan-bahan memasak di pasar, kembali ke dapur restoran, lalu mencoba membuat sendri. Biasanya kelas berlangsung 3 jam, membuat 4 macam makanan, dan menyedot sekitar $40 (Rp341.800).
Menjadi arkeolog di Crow Canyon, Amerika Serikat
Crow Canyon Archaeological Center menawarkan sekitar 11 perjalanan kunjungan ke lokasi-lokasi penggalian arkeologi. Selama 7-10 hari, para turis akan diajak mempelajari interaksi antara cahaya, lansekap, arsitektur, atau berpartisipasi dalam penggalian. Lokasi dilakukan di sekitar lokasi peninggalan Puebloan Mesa Verde.
Yoga di Rishikesh, India
Di Rishikesh, di kaki gunung Himalaya, mereka yang mendalami pengetahuan tentang yoga (yogi) bisa belajar banyak. Peregangan, pernapasan, dan kontemplasi diri bisa dilakukan di sini. Tergantung lokasi menginap, pengunjung juga bisa belajar bercocok tanam di taman organik dan memasak untuk grup.
Belajar bahasa Spanyol di Patagonia, Argentina
Kota Bariloche, yang dijuluki "Swiss di Amerika Selatan" ini adalah kota yang dianggap sebagai pusat dari beberapa sekolah bahasa. Banyak masyarakat internasional yang belajar bahasa Spanyol. Tak hanya kaya sebagai tempat pendidikan, kota ini juga memiliki beragam tempat rekreasi, mulai dari lokasi ski, resor tebing, perjalanan ke hutan, dan lainnya. Lama kursus cukup beragam, mulai dari 1 minggu hingga 2 bulan. Cari tahu lebih banyak di www.spanishinbariloche.com.
Kaligrafi di Kyoto, Jepang
Menulis kaligrafi Jepang bukan perkara mudah. Butuh konsentrasi tinggi, fokus, dan dedikasi. Tempat untuk belajar kaligrafi Jepang yang paling tepat adalah di negeri Sakura itu secara langsung. Womens Association of Kyoto (WAK Japan) membuka tempat pembelajaran kaligrafi. Kelas akan dimulai dengan pelajaran sejarah seni di Jepang, kemudian melihat contoh, lalu mencoba sendiri.
Bersepeda di lereng gunung Marin County, California
Terletak sedikit di utara kota San Fransisco, gunung Tamalpais, Marin County menjadi lokasi bersepeda gunung yang ternama. Di musim panas, biasanya lokasi ini akan dipadati pengunjung yang ingin mencoba trek terjal di sekitar pegunungan yang dikelilingi pepohonan.
Kung fu di Shaolin, China
Setiap tahun, banyak turis yang mendaftar di Shaolin Temple untuk belajar Kung fu. Di biara berusia 1.500 tahun ini, mereka yang ingin belajar Kung fu harus mengikuti program pelatihan yang sudah disusun. Para murid asal Cina sudah memulai latihan dari pukul 5 pagi dan berlatih hingga pukul 7 malam. Pengunjung bisa melihat latihan Kung fu mulai dari pukul 8 pagi hingga 7 malam waktu setempat, setiap hari. Untuk berlatih bela diri ala Bruce Lee ini, siapkan dana sekitar $2.000 (Rp17 juta)
Belajar bertahan di alam liar di Esingeni, Kenya
Di Esingeni Bush Camp, turis akan diajar cara membangun tempat perlindungan, menyalakan api, mencari dan menyiapkan makanan, serta mengekstrasi air dari tanaman. Selain itu, kemampuan lain untuk bertahan, seperti membaca arah bintang akan diajarkan untuk Anda bisa bertahan di alam bebas yang dikelilingi tumbuhan dan binatang liar. Kursus bertahan hidup di Conservation Academy selama 5 hari akan menyedot dana sekitar 3.500 shilling Kenya (Rp321.000)
Membangun kompor di Cadmalca, Peru
Di Cadmalca Community Lodge di Peru mengajak para turis untuk melakukan sesuatu yang menantang dan berguna sambil langsung berinteraksi dengan para penduduk setempat. Sebagai balasan atas keramahtamahan penduduk, para turis akan diminta membuat kompor yang disesuaikan dengan kondisi geografis. Tur selama 5 hari akan dikenakan biaya sekitar $1.600 (Rp13.672.000).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




