Testimoni Adhie Massardi Untuk TK: Taufiq Kiemas Seperti Gus Dur

Minggu, 9 Juni 2013 | 02:58 WIB
FB
FB
Penulis: Faisal Maliki Baskoro | Editor: FMB
Ketua MPR Taufiq Kiemas
Ketua MPR Taufiq Kiemas (EPA FOTO/YNA)

Jakarta - Adhie M Massardi, budayawan dan sekjen MKRI (Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia), menilai sosok almarhum Taufiq Kiemas sebagai seorang negarawan sejati dan berpendirian teguh, ibarat Abdurrahman Wahid aau Gus Dur. 

"Sebagai politisi papan atas, cara bicara Taufiq Kiemas sering tampak seperti tidak akademis. Ceplas-ceplos. Menyebut nama orang, bahkan nama Presiden Yudhoyono, suka keseleo lidah. Terkesan sebagai tokoh yang naif," ujar Adhi.

"Tapi di balik semua itu, Taufiq Kiemas adalah seorang negarawan 24 karat. Ia memiliki komitmen kebangsaan yang nyaris tak ada bandingannya di masa sekarang," lanjutnya.

Dia mengatakan ketika para pembesar negara, mulai dari presiden, wapres, menteri, hingga anggota DPR/MPR dan para kepala daerah di seluruh Indonesia terjerembab ke lembah liberal, dan tercerabut dari akar budaya kebangsaannya, Taufiq Kiemas menggunakan posisinya sebagai Ketua MPR untuk mengampanyekan "4 Pilar" (Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika).

Menurut Adhi, Taufik tidak bergeming ketika sejumlah orang menertawakannya karena menempatkan Pancasila sebagai pilar. Tapi, seperti langkah politik Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid), yang tidak terlalu mementingkan kemasan kecuali substansi dan hakekatnya, perdebatan "pilar atau dasar (negara)" di tengah masyarakat itu membuktikan satu hal:

"Tujuan Taufiq Kiemas memasukan kembali (4) nilai warisan para pendiri bangsa dalam pikiran bangsanya telah berhasil," ujarnya.

Adhi menambahkan kalau Taufiq Kiemas tidak menempatkan Pancasila dalam khasanah "perpilaran", pasti Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika tidak akan menjadi pembicaraan sehangat seperti sekarang.

"Benar, bagi Taufik Kiemas, tidak penting Pancasila itu dikategorikan dasar atau pilar. Yang penting segera dihayati, dan nilai-nilainya diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," ujarnya.

Dia mengatakan memberi visi dan mengajak orang berpikir ke depan adalah gaya Taufiq Kiemas.

"Sekarang kita baru merasakan 'kebenaran' kata-kata dan pikiran almarhum. Termasuk kita baru paham belakangan ini bahwa orang yang kekanak-kanakan kalau jadi pemimpin akan berbahaya bagi bangsa dan negara. Jadi apa yang dikatakan Taufiq Kiemas dulu itu, tentang 'jenderal kekanak-kanakan', benar belaka," ujarnya.

Adhi mengaku mulai mengenal dekat Taufiq Kiemas (2000-2001) ketika almarhum sebagai suami wakil presiden (Megawati) dan dia menjadi juru bicara presiden (Gus Dur).

"Dalam beberapa kesempatan, kami suka terlibat dalam percakapan yang hangat tentang berbagai persoalan bangsa. Tapi Taufiq Kiemas selalu mengambil posisi sebagai orang yang merasa lebih tua, karena itu merasa lebih tahu," ujarnya.

Adhi menutup testimoninya dengan sebuah retorika.

"Kini kita harus menelisik lagi satu persatu tokoh berkualitas negarawan 24 karat, tempat kita bertanya untuk memecah kebekuan dan kebuntuan dalam kita berbangsa dan bernegara. Tapi masih adakah?" tanyanya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon