Karena Cuaca Buruk, Antrean Truk Kembali Terjadi di Pelabuhan Merak

Kamis, 13 Juni 2013 | 02:21 WIB
LD
B
Penulis: Laurens Dami | Editor: B1
Antrian Truk di Pelabuhan Merak
Antrian Truk di Pelabuhan Merak (Suara Pembaruan/Istimewa)

Merak - Pasca peluncuran kapal besar milik PT ASDP Indonesia Ferry bernama KMP Port Link, kemacetan kendaraan truk justru kembali terjadi hingga tiga kilometer. Padahal, keberadaan KMP Port Link yang berkapasitas besar, dan mulai beroperasi di lintas Pelabuhan Merak-Bakauheni sejak Senin (10/6), membawa harapan baru untuk mengatasi kemacetan di Pelabuhan Merak.

Namun, alasan klasik yang selalu dijadikan argumentasi oleh pengelola pelabuhan dalam hal ini PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak, yakni faktor cuaca yang menyebabkan kapal roll on roll off (roro) yang beroperasi sangat minim.

"Cuaca buruk sedang melanda Perairan Selat Sunda, sehingga jumlah kapal yang beroperasi sangat sedikit yakni 16 unit. Kami tidak bisa berbuat banyak ketika berhadapan dengan fenomena alam," ujar Humas PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak, Mario Sardadi, kepada SP, Rabu (126) malam.

Mario menjelaskan, panjang antrean kendaraan truk sudah sampai di Jalan Cikuasa Atas, Kota Cilegon, sepanjang tiga kilometer dari Pelabuhan Merak. Jalan Cikuasa Atas tersebut juga dijadikan kantong parkir sementara karena area Pelabuhan Merak sudah tidak dapat menampung volume kendaraan yang terus bertambah.

"Antrean truk mulai terjadi di Pelabuhan Merak sejak Selasa (11/6) malam akibat cuaca buruk yang terus terjadi hingga saat ini. Jika kondisi cuaca tetap memburuk, maka antrean truk bisa memanjang hingga jalan tol Tangerang-Merak," ujar Mario.

Menurutnya, cuaca buruk saat ini menyebabkan sejumlah kapal banyak yang keluar dari lintasan karena tidak berani beroperasi di lintasan penyeberangan Merak-Bakauheni. "Kapal roro yang beroperasi tadinya sebanyak 24 kapal. Namun ketika dihadang cuaca buruk di mana ketinggian gelombang 1,25 meter, menyebabkan 8 kapal roro keluar dari lintasan sehingga kapal beroperasi hanya 16 kapal," jelasnya.

Sementara itu, Manager Usaha PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak Nana Sutisna menjelaskan, salah satu solusi untuk mengatasi antrean kendaraan truk adalah dengan menambah jumlah kapal roro yang beroperasi. Namun, kata Nana, langkah itu bisa dilakukan jika cuaca membaik.

"Tidak semua kapal roro bisa menghadapi gelombang tinggi akibat cuaca buruk saat ini di Perairan Selat Sunda. Hanya kapal-kapal roro yang besar saja yang masih bisa beroperasi," jelasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon