Benahi Jatinegara, Kadishub Turun Tangan
Senin, 17 Juni 2013 | 13:31 WIB
Jakarta - Kesemrawutan lalu lintas di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur tidak hanya berada di sekitar Pasar Grosir Jatinegara, atau Stasiun Jatinegara. Titik kesemrawutan di kawasan ini juga terdapat di Jalan Jatinegara Barat, tepatnya di pintu keluar Pasar Balimester. Dengan frekuensi 1.800 kendaraan per jam, kawasan ini rentan alami kemacetan.
Aparat gabungan dari Dinas Perhubungan, unsur TNI, Polri, beserta Satpol PP yang diterjunkan dalam operasi penertiban parkir oleh apada Senin (17/6) pagi menyisir setiap titik di kawasan ini. Setidaknya terdapat sembilan kendaraan yang digembok dan diderek petugas karena masih nakal dengan parkir di bahu jalan.
Bahkan, untuk membenahi kawasan ini, Kepala Dinas Perhubungan, Udar Pristono yang memimpin operasi penertiban parkir kali ini terpaksa turun tangan. Pristono terpaksa turun dari mobilnya dan mengatur lalu lintas di Jatinegara Barat yang tersendat karena adanya sebuah mobil yang parkir di bahu jalan tepatnya di sekitar akses keluar Pasar Balimester.
"Frekuensi kendaraan di sekitar kawasan ini satu lajur saja bisa mencapai 1.800 kendaraan per jam, maka ketika satu mobil berhenti, apalagi parkir, kemacetannya bisa panjang sekali. Setelah mobil yang parkir jalan lagi lalu lintasnya mulai normal lagi," kata Pristono.
Dikatakan Pristono, untuk lebih mengoptimalkan lalu lintas di Jalan Jatinegara Barat ini terdapat perubahan pengaturan. Semula di jalan ini larangan parkir mulai pukul 06.00-11.00 WIB, kecuali Sabtu dan hari libur. Sejak Senin (17/6), larangan parkir menjadi 06.00-20.00, kecuali Sabtu dan hari libur.
"Banyak kendaraan yang masuk pasar dengan alasan menurunkan barang. Saya katakan, loading dan unloading barang dilakukan paa malam hari mulai pukul 20.00 WIB," katanya.
Dikatakan Pristono, untuk setiap warga yang akan menjalankan aktivitas di sekitar kawasan Jatinegara dapat memarkirkan kendaraannya di Pasar Grosir Jatinegara (PGJ), Pasar Batu Akik Gemstone, Stasiun Jatinegara, lahan parkir eks Pasar Rawa Bening, dan Gedung Parkir Jatinegara Trade Center.
"Space parkirnya cukup di sana. Di PGJ misalnya, enam lantai lahan parkir mereka masih kosong. Setelah dialihkan ke sana mulai hari ini, terlihat mulai terisi. Memang yang diperlukan kerja sama yang baik dengan warga terutama pihak management estate atau pengelola gedung. Mereka tiak bisa menutup mata kalau pengunjung mereka menggunakan bahu jalan untuk parkir. Ini juga terjadi di kawasan Casablanca dan Roxy," papar Pristono.
Pristono menyatakan, setelah operasi penertiban pada Senin (17/6) yang menandai dimulainya sosialisasi dengan lebih tegas, pihaknya terus akan menerjunkan anggota untuk mengawasi kawasan ini agar terbebas dari parkir liar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




