Trauma Sistem Represif Sebabkan Semangat Pancasila Meredup

Rabu, 19 Juni 2013 | 11:38 WIB
YS
FH
Penulis: Yeremia Sukoyo | Editor: FER
Pancasila, ideologi dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pancasila, ideologi dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Istimewa.)

Jakarta - Pengamat Politik Reform Institute, Yudi Latief, menjelaskan, nilai-nilai Pancasila tidak boleh terus meredup. Sampai kapan pun, Pancasila tetap dibutuhkan untuk memayungi heterogenitas masyarakat Indonesia.

"Pancasila harus dipertahankan atas dasar keinginan meneruskan warisan tradisi yang terdiri dari keragaman budaya, agama, moral dan lain-lain. Kita ingin ingin warisan-warisan tersebut tetap berlangsung di Indonesia," kata Yudi Latief, dalam diskusi bersama Gubernur Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas), bertema "Pancasila Dari Masa ke Masa", Rabu (19/6).

Menurut Yudi, dalam beberapa tahun belakangan, nilai Pancasila terus meredup lataran warisan dan peninggalan dari pengalaman represif masa lalu.

Keyakinan masyarakat terhadap Pancasila terus tergerus sebagai akibat dari liberalisme politik yang lebih memprioritaskan golongan.

"Kekerasan dan toleransi juga membuat masyarakat seolah kehilangan masa depan. Hal tersebut berbanding terbalik dengan semakin kuatnya pengakuan bangsa lain terhadap keberadaan Pancasila," ujar Direktur Reform Institute itu.

Ditegaskan, bangsa yang tidak memiliki keyakinan tidak mungkin bisa bangkit dari berbagai permasalahan. Harus ada kesadaran penuh tentang pentingnya Pengamalan Pancasila.

"Indonesia harus tumbuh sebagai bangsa yang memiliki tolak ukur bangsa lain di dunia. Indonesia sebagai taman sari dunia itu betul. Yang bisa memayungi semua dan titik keberangkatannya adalah pancasila," ucap Yudi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon