Disparbud Gelar Festival Seni Tradisional MPU di Jakarta Fair
Kamis, 20 Juni 2013 | 18:30 WIB
Jakarta - Dalam upaya mempertahankan seni tradisi budaya Indonesia agar tidak terkikis perkembangan zaman, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) menjadi tuan rumah penyelenggaraan Festival Seni Tradisional Mitra Praja Utama (MPU).
Penyelenggaraan Festival Seni Tradisional MPU ini akan dilaksanakan pada tanggal 26-29 Juni 2013 di lokasi. Yaitu di Sasono Langen Budoyo Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada Rabu (26/7), pukul 19.00.
Kemudian acara puncaknya dilaksanakan di dua panggung dalam arena Jakarta Fair Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Kamis dan Jumat (27-28/6), pukul 17.00. Panggung utama akan diisini seni tradisi dari Provinsi DKI Jakarta, Bali dan Jawa Barat. Sedangkan di panggun budaya Pasar Gambir akan pentas seni tradisi dari Provinsi Lampung, Yogyakarta dan Jawa Timur.
Kepala Disparbud DKI Arie Budhiman mengatakan sebagai melting pot bagi seni budaya nasional dan barometer perkembangan budaya nusantara, tahun ini Jakarta ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggaraan Festival Seni Tradisional MPU. Setidaknya ada enam provinsi yang akan menunjukan atraksi budaya selama empat hari yakni 26-29 Juni mendatang.
"Penyelenggaraan Festival MPU ini bertujuan untuk memberikan kepada kesempatan seniman tradisional. Khusus untuk Jakarta akan mengenalkan kesenian Jantuk yang hampir terlupakan. Tari Jantuk merupakan seni topeng. Kesenian ini hampir terlupakan untuk itu kita perkenalkan lagi," kata Arie di kantor Disparbud, Kuningan, Jakarta Selatan (20/6).
Sementara lima provinsi lainnya akan menampilkan kesenian khas daerahnya masing-masing. Antara lain Provinsi Lampung dengan Tari Rampak Kindang, Jawa Barat menampilkan Tari Khas Kesundaan, Yogyakarta menampilkan Tari Sampak Mataran, Jawa Timur menampilkan Reog Ponorogo, dan Bali menampilkan Garapan Seni Baleganjuran.
"Kegiatan ini merupakan salah satu ajang promosi dan pelestarian seni tradisi budaya lokal dan nusantara. Dengan adanya festival seni MPU ini dapat dijadikan upaya untuk mengembangkan seni tradisi dan menjadikan Jakarta sebagai kota budaya," ujarnya.
Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Disparbud DKI Jakarta Ahmad Gojali mengatakan masing-masing daerah akan menampilkan seni tradisionalnya selama 15 menit. Pertunjukan seni tradisional ini dapat ditonton warga dengan gratis.
"Silakan saja datang ke TMII dan Jakarta Fair. Warga bisa menontonnya gratis, tanpa dipungut bayaran," kata Ahmad.
Dia mengungkapkan untuk festival ini menghabiskan anggaran sebesar Rp 1 miliar. Anggaran lebih banyak terserap untuk menyediakan akomodasi bagi para peserta, terlebih peserta berasal dari luar kota. Tim yang terdiri dari 30 orang per provinsi dari enam provinsi ini ditanggung biaya akomodasinya oleh Disparbud DKI sebagai tuan rumah.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




