PKS Sayangkan Pernyataan Pihak yang Mendorong-Dorong Keluar Koalisi

Jumat, 21 Juni 2013 | 16:04 WIB
MS
B
Penulis: Markus Junianto Sihaloho | Editor: B1
Baliho
Baliho "PKS Tolak Kenaikan Harga BBM" (ANTARA FOTO/Sahrul Manda Tikupadang)

Jakarta - Ketua DPP PKS, Aboebakar Al-Habsyi, menyatakan bahwa komentar dan lontaran berbagai pihak yang menyuruh partainya untuk keluar dari koalisi, dirasa sudah keluar dari konteks.

Aboebakar memberi contoh pernyataan dari Jubir Presiden, Julian Adrian Pasha, yang meminta PKS mundur sembari menekankan bahwa kontrak koalisi dengan PKS sudah diputus.

"Orang-orang yang bicara itu tidak kompeten semua. Saya sangat menyayangkan, kenapa Jubir ikut-ikutan nimbrung dalam persoalan politik. Apa yang disampaikan itu sudah offside," tegas Aboebakar, di Jakarta, Jumat (21/6).

Menurutnya, pihak yang berkomentar itu tak tahu bagaimana dahulunya koalisi Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dibentuk. Bagi PKS, lanjutnya, persoalan koalisi itu sangat sederhana, di mana Presiden SBY bicara baik-baik dan diberikan keputusan.

"Selesai itu barang, tak perlu berbelit. Dulu koalisi dibentuk dengan baik-baik. Kita bikin kontrak hitam di atas putih. Selesaikan pula dengan baik begitu," kata Aboebakar lagi.

"Tentu kita masih ingat dengan kasus Aceng. Kenapa publik marah kepada Aceng Fikri? Karena dia menceraikan Fani hanya dengan SMS, padahal nikahnya datang baik-baik," ujarnya pula menganalogikan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon