Menpora Minta Polisi Ungkap Pelaku Perusakan Bus Persib

Senin, 24 Juni 2013 | 20:22 WIB
BM
YD
Penulis: Bayu Marhaenjati | Editor: YUD
Selebrasi pemain Persib Bandung M. Ridwan (kanan) bersama Naser Al Sebay (tengah) dan Sergio Van Dijk (kiri).
Selebrasi pemain Persib Bandung M. Ridwan (kanan) bersama Naser Al Sebay (tengah) dan Sergio Van Dijk (kiri). (Antara)

Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, meminta agar pihak kepolisian segera mengungkap siapa pelaku pengrusakan bus pemain Persib Bandung, di Jalan Gatot Subroto, Sabtu (22/6) lalu. Roy Suryo menyempatkan diri datang ke Mapolres Jakarta Selatan untuk menegakan Undang-undang sistem Keolahragaan Nasional.

"Saya kemarin mendengar, ada kasus yang tidak elok untuk kemudian diteruskan, kalau penanganan tidak clear akan berdampak bagi olahraga kita khususnya sepak bola. Yaitu tentang penyerangan terhadap pemain Persib yang dilakukan sekelompok orang dengan menggunakan atribut yang selama ini kita kenal sangat mirip dengan Jakmania," ujar Roy, di Mapolres Jakarta Selatan, Senin (24/6).

Dikatakan Roy, dirinya datang dalam rangka menegakan Undang-undang sistem keolahragaan nasional.

"Seorang Menteri Olahraga punya hak melakukan pembinaan, pengawasan terhadap kasus yang terjadi dalam dunia keolahragaan," tambahnya.

Ia mengaku, tidak akan mengintervensi tugas kepolisian. Namun, kedatangannya ingin tahu apa yang sudah dilakukan kepolisian dalam kasus pengrusakan itu.

"Karena apa, ini hubungannya dengan PSSI yang ingin segera menjatuhkan keputusan terhadap pertandingan kemarin. Akan ada tiga hal. Pertama, memenangkan Persija, karena secara teknis memang Persib tak berhasil datang ke lapangan dan melakukan kick off atau sebaliknya memenangkan Persib, karena Persib tidak datang gara-gara ulah dari salah satu suporter pendukung kesebelasan lawannya," bilangnya.

Namun, kata Roy, dirinya meminta agar PSSI tak membuat keputusan dulu karena berpotensi membuat permasalahan semakin panjang.

"Saya, sudah meminta PSSI untuk segera atur pertandingan ulang yang mungkin nanti kita kondisikan, kalau perlu tanpa penonton dan ditempat yang netral," tambahnya.

Roy mengatakan, mendukung apa langkah penyelidikan dan penyidikan yang akan dilakukan kepolisian.

"Saya suport betul, kalau itu memang kriminal ambil pelakunya dan bukti-bukti yang ada. Polri sudah mengambil keterangan saksi, sudah ada barang bukti yang dikumpulkan, sudah menelusuri petunjuk-petunjuk yang ada dari rekaman, dari keterangan dan sebagainya. Saya dukung penuh upaya pak Kapolres (Kombes Pol Wahyu Hadiningrat) agar menangani kasus ini dengan sebaik-baiknya, menangkap siapa pun pelakunya biar clear. Jadi, saya bisa menyampaikan kepada PSSI agar PSSI mengambil langkah yang tepat," paparnya.

Sementara itu, selain meminta keterangan dari pihak kepolisian, Roy menyampaikan, akan menyambangi klub Persib Bandung dan Bobotoh, di Bandung. Selanjutnya, bertemu dengan manajemen klub Persija dan The Jakmania.

"Besok pagi saya akan ketemu dengan Bobotoh dengan klub Persib. Saya akan sampaikan langkah yang sudah dilakukan. Lusa, saya juga akan ketemu teman-teman The Jakmania dan Persija untuk menetralkan masalah. Jangan sampai kemudian sepak bola justru menjadi ketakutan bagi masyarakat akan adanya perkelahian," ungkapnya.

Roy berharap polisi bisa mengungkap pelakunya, jangan sampai karena ulah satu dua oknum suporter merusak citra suporter secara keseluruhan.

"Apa yang sudah dilakukan penyelidikan, itu adalah ranah kepolisian. Saya tak akan membuka itu. Silahkan saja prosesnya berjalan sesuai dengan porsinya. Tapi saya berpesan, kepada kepolisian semua dilakukan sesuai prosedur yang baik kalau memang jelas pelakunya, ambil jangan takut dan berikan efek jera. Kelompok suporter pun, jangan hanya karena oknum satu dua orang rusak secara keseluruhan," tandasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon