Regenerasi Pemain, PSSI Tunjuk Albert Pentury
Senin, 3 Oktober 2011 | 15:53 WIB
Pembinaan usia muda menjadi salah satu fokus kepengurusan PSSI di bawah komando Djohar Arifin Husin. Untuk membuktikan keseriusan itu, PSSI merekrut pelatih asal Belanda, Albert Pentury, untuk membuat standar kepelatihan dan metode pelatihan.
Saat ini, Albert menjadi salah satu instruktur di Federasi Sepakbola Belanda (KNVB). Pelatih berusia 63 tahun ini memiliki lisensi UEFA Pro. Albert tak terlalu asing dengan sepakbola Indonesia karena sudah pernah terlibat dalam pembentukan sekolah sepakbola di Tual, Maluku. Ia juga menjadi instruktur beberapa pelatih nasional, antara lain Satya Bagdja, Eduard Tjong, Subodro, dan Simson Rumapasal.
Berdasarkan hasil pantauan dalam kunjungan sebelumnya, Pentury mengatakan Indonesia memiliki bakat sepakbola yang besar.
"Anak-anak Indonesia memiliki talenta yang sama besarnya seperti anak-anak Belanda. Yang lebih penting adalah adanya pelatih yang mampu mendidik mereka," ujar pelatih kelahiran Medan 28 Februari 1948.
Dia menambahkan bahwa anak-anak Belanda mulai berlatih sejak usia 7 tahun, sementara anak Indonesia rata-rata mulai di usia 13 tahun dan itu membuat perbedaan besar. "Dengan kondisi seperti itu, bintang-bintang Belanda sudah bermain sekitar 15 tahun sebelum mencapai level tertinggi," ujarnya.
Saat ditanya tentang masalah postur yang kerap dikeluhkan para pelatih di Indonesia, Pentury mengatakan skill jauh lebih penting daripada postur. "Jika melihat rata-rata postur pemain Barcelona hanya sekitar 168 centimeter. Tapi mereka punya teknik luar biasa. Maka, teknik yang paling penting karena dengan teknik yang tinggi kita bisa mengalahkan siapa saja," tegasnya.
Saat ini, Albert menjadi salah satu instruktur di Federasi Sepakbola Belanda (KNVB). Pelatih berusia 63 tahun ini memiliki lisensi UEFA Pro. Albert tak terlalu asing dengan sepakbola Indonesia karena sudah pernah terlibat dalam pembentukan sekolah sepakbola di Tual, Maluku. Ia juga menjadi instruktur beberapa pelatih nasional, antara lain Satya Bagdja, Eduard Tjong, Subodro, dan Simson Rumapasal.
Berdasarkan hasil pantauan dalam kunjungan sebelumnya, Pentury mengatakan Indonesia memiliki bakat sepakbola yang besar.
"Anak-anak Indonesia memiliki talenta yang sama besarnya seperti anak-anak Belanda. Yang lebih penting adalah adanya pelatih yang mampu mendidik mereka," ujar pelatih kelahiran Medan 28 Februari 1948.
Dia menambahkan bahwa anak-anak Belanda mulai berlatih sejak usia 7 tahun, sementara anak Indonesia rata-rata mulai di usia 13 tahun dan itu membuat perbedaan besar. "Dengan kondisi seperti itu, bintang-bintang Belanda sudah bermain sekitar 15 tahun sebelum mencapai level tertinggi," ujarnya.
Saat ditanya tentang masalah postur yang kerap dikeluhkan para pelatih di Indonesia, Pentury mengatakan skill jauh lebih penting daripada postur. "Jika melihat rata-rata postur pemain Barcelona hanya sekitar 168 centimeter. Tapi mereka punya teknik luar biasa. Maka, teknik yang paling penting karena dengan teknik yang tinggi kita bisa mengalahkan siapa saja," tegasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




