Kadin: Perlu Langkah Inovatif dalam Tata Kelola Hutan
Jumat, 28 Juni 2013 | 22:48 WIB
Jakarta - Meski upaya penyelamatan hutan dirasakan semakin kompleks, dunia usaha berkomitmen untuk mendukung program zero net deforestation di tahun 2020. Hal ini selaras dengan komitmen pemerintah melalui Instruksi Presiden (Inpres) tentang moratorium hutan yang digagas sejak 2010 dan telah diperpanjang hingga dua tahun ke depan.
Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Lingkungan Hidup, Shinta Widjaja Kamdani, dalam siaran persnya, Jumat (28/6), mengatakan, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia sebagai perwakilan sektor swasta telah mengambil langkah-langkah dan tindakan dalam proses penyelesaian permasalahan lingkungan untuk mendukung usaha yang berkelanjutan dengan melakukan terobosan kerjasama dengan pihak-pihak strategis seperti Golden Agri Resources, Asia Pulp and Paper, Tropical Forrest Trust, Greenpeace, hingga Aliansi Hutan Tropis.
"Kami menyoroti dinamika perubahan dalam penggunaan lahan sektor swasta agar semua memiliki gambaran dan pedoman yang bermanfaat bagi keberlangsungan lingkungan dan bisnis," Shinta.
Meski demikian, lanjut Shinta, upaya yang sudah dilakukan semua pihak terkait memang belum bisa memecahkan permasalahan, terbukti dengan masih adanya hutan Indonesia yang terbakar hingga menimbulkan asap dan kabut yang mengganggu aktivitas manusia yang secara tidak langsung membawa kerugian ekonomi.
"Penyelesaian masalahnya harus komprehensif, sehingga perlu pendekatan-pendekatan yang inovatif tentang tata kelola hutan," kata dia.
Di sisi lain, Indonesia tidak hanya sebagai salah satu produsen terbesar dan eksportir sumber daya alam, tetapi juga sebagai konsumen terbesar dengan jumlah penduduk ke empat terbesar di dunia.
Menurut Shinta, Indonesia adalah rumah bagi pemodal, produsen, pengolah dan pembeli dalam rantai ekonomi, tak hanya domestik tetapi juga memasok pasar luar negeri.
"Oleh karenanya isu lingkungan dan keberlanjutan harus diperhatikan dengan cermat," kata Shinta.
Shinta mengaku, pihaknya telah melakukan kampanye dengan menyerukan kepada para investor dan pemodal untuk bisa menciptakan skema pembiayaan yang cocok untuk mendukung produktivitas perkebunan berkelanjutan dan perlindungan yang efektif untuk sumber daya yang sangat berharga.
Kadin, lanjut dia, akan mendukung bagian penting ini untuk merasionalisasi penggunaan lahan dengan memfasilitasi konsolidasi peta tata guna lahan, dan menengahi pertukaran lahan.
"Kami juga himbau agar perusahaan memiliki skema pembiayaan untuk mendukung pelestarian hutan dan lingkungannya," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




