Gara-Gara Cium Pramusaji Minuman di Turki, Pemuda Inggris DItikam 17 Kali
Senin, 1 Juli 2013 | 01:59 WIB
Seorang remaja asal Inggris ditikam 17 kali di Turki setelah ia mencium gadis lokal. Beruntung dirinya masih hidup.
Remaja bernama Dwayne Ward tersebut mengaku tak memiliki momori terhadap insiden berdarah tersebut. Ketika sadar ia ketakutan melihat luka tusuk di sekujur tubuhnya.
Sang bunda, Doris menceritakan tentang kronologi peristiwa berdarah yang menimpa anaknya. Dua orang preman menyiksa anaknya dengan pisau lipat dan menelanjanginya sebelum akhirnya ditinggalkan. Mungkin keduanya berpikir korban akan tewas kehabisan darah.
Dwane kini tengah menjalani pemulihan yang cukup serius. Para dokter pun mengungkapkan, jika Dwayne beruntung masih hidup dengan luka yang dideritanya.
Menurut dokter, pisau sedikit menembus hati, paru-paru dan menyayat nadi serta tenggorokannya.
Korban ditikam dalam di bagian kaki hingga tulangnya pecah, serta ditikam berulang kali di bagian punggungnya.
Sang bunda menuturkan, anaknya menjadi korban saat liburan bersama dirinya dan saudaranya, di Marmaris.
Mahasiswa jurusan teknik mesin tersebut bersama saudaranya keluar ke klub dan terpisah, Selasa dini hari lalu.
Doris kemudian mendengar kejadian tersebut dan langsung ke rumah sakit. Ia menemukan kondisi anaknya yang begitu mengkhawatirkan.
"Ibu, apakah aku akan mati?" Tanya Dwayne.
Keluarga dari Middlesbrough tersebut juga mengatakan, sebelum serangan tersebut ia sudah diperingatkan lantaran mencium seorang gadis Turki yang menjajakan tequila.
Padahal, menurut Dwayne, gadis tersebut menawarkan ciuman jika meminum minuman yang dijajakan. Namun setelah ia melakukannya, beberapa pemuda lokal menghampiri dan mendorongnya.
Kejadian berdarah tersebut terekam di CCTV. Dwayne diserang dua orang tak dikenal dan diseret di sebuah gang. Ia kemudian ditemukan tak sadarkan diri dan berlumuran darah di sebuah taman keesokan harinya.
Operasi yang dilakukan untuk menyelamatkan Dwayne selama lima jam dan dilakukan transfusi darah.
Para penyerang tak hanya menyerang namun juga merampoknya.
Polisi kemudian menangkap Attilay Dincer dan Ismail A dengan tuduhan percobaan pembunuhan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




