Presiden Mesir Tepis Ultimatum Militer

Selasa, 2 Juli 2013 | 15:26 WIB
LJ
B
Penulis: Liberty Jemadu | Editor: B1
Graviti di sebuah tembok di Mesir, menggambarkan Presiden Muhamad Mursi,
Graviti di sebuah tembok di Mesir, menggambarkan Presiden Muhamad Mursi, (AFP)

Kairo - Presiden Muhammad Mursi, Selasa (2/7) menampik ultimatum angkatan bersejata Mesir yang memberinya waktu 48 jam untuk menyelesaikan kemelut politik di negara itu. Dia mengatakan melaksanakan rencana rekonsiliasi nasionalnya sendiri.

Sementara itu Ikhwanul Muslimin, kelompok pendukung Mursi, menyebut langkah yang diambil militer itu sebagai "kudeta" tetapi jutaan penetang Mursi yang memadati jalan-jalan menyambut gembira pernyataan Jenderal Abdel Fattah Al Sisi, Senin malam (1/7).

"Presiden republik (Mesir) tidak dimintai pendapat tentang pernyataan yang dikeluarkan oleh angkatan bersenjata itu. Kepresidenan menilai bahwa beberapa pernyataan itu bisa menyebabkan kebingungan di tengah lingkungan nasional yang kompleks," bunyi pernyataan yang disampaikan sekitar pukul 2.00 dini hari waktu setempat.

Sebuah video resmi pemerintah juga menayangkan pertemuan antara Mursi dengan Jenderal Sisi, yang tidak mengenakan seragam. Tidak jelas kapan video itu diambil, tetapi bahasa tubuh mereka tampak canggung, demikian lapor Reuters.

"Presiden memastikan bahwa akan terus mempromosikan rekonsiliasi nasional yang komprehensif, seperti yang sudah dicanangkan sebelumnya ... terlepas dari berbagai pernyataan yang memperdalam perpecahan antara masyarakat," bunyi pernyataan itu lebih lanjut.

Istana presiden Mesir juga mengatakan bahwa Musir juga sudah berbicara lewat sambungan telepon dengan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama. Dalam pembicaraan itu Mursi menegaskan bahwa Mesir sedang bergerak maju dalam transisi demokratis yang damai yang berdasar pada hukum dan institusi.

Sementara itu perpecahan tidak hanya terjadi di tengah rakyat, tetapi sejumlah menteri yang tidak berasal dari Ikhwanul Muslimin sudah mengajukan pengunduran diri dari kabinet. Paling anyar adalah pengunduran Mohamed Kamel Amr, menteri luar negeri pada Selasa.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon