Jadwal Liga Tak Jelas, Klub Resah

Selasa, 4 Oktober 2011 | 19:02 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Skuad Persiwa Wamena saat berlatih menjelang salah satu pertandingan di musim kompetisi 2010-2011 lalu.
Skuad Persiwa Wamena saat berlatih menjelang salah satu pertandingan di musim kompetisi 2010-2011 lalu. (Antara/Fahrul Jayadiputra)
Jadwal tak menentu dinilai pengaruhi penentuan anggaran dan kontrak pemain.

Tanpa kejelasan jadwal dan regulasi, klub-klub mulai resah dan meragukan masa depan kompetisi sepak bola kasta tertinggi di tanah air. Mereka juga mempertanyakan konsistensi PSSI sebagai otoritas sepakbola nasional tertinggi.

Tanpa jadwal yang pasti, klub misalnya, diyakini tidak bisa menentukan anggaran dan juga mengontrak pemain. Hal tersebut seperti yang antara lain dikeluhkan oleh Asisten Manajer Persiwa Wamena, Agus Santoso, Selasa (4/10).

"Sampai saat ini, kami belum terima jadwal dan regulasi kompetisi. Kami sangat menunggu jadwal, karena tanpa jadwal kami tidak bisa membuat anggaran dan mengontrak pemain. Jadwal sangat menentukan durasi kontrak," keluh Agus.

Akibatnya, menurut Agus, saat ini Persiwa masih belum menandatangani kontrak dengan satu pemain pun. Klub asal Papua ini hanya memberi tanda jadi, atau yang lazim disebut pra-kontrak.

Agus menambahkan, klub saat ini bingung harus menghubungi siapa, karena mereka tidak pernah mendapat pemberitahuan resmi dari PSSI atau PT Liga Prima. "Dulu kami berkoordinasi dengan PT Liga Indonesia. Sementara sekarang kami tidak tahu mesti menghubungi siapa. Pertemuan resmi terakhir dengan PSSI adalah saat verifikasi 22 September lalu. Itu pun tidak ada pembicaraan resmi soal kompetisi," ucapnya.

Hal yang kurang lebih serupa juga dikeluhkan oleh kubu Persiba Balikpapan. Manajer klub, Jamal Al-Rasyid mengatakan, seharusnya semua dokumen sudah diterima oleh klub satu bulan sebelum kompetisi bergulir.

"Dulu, satu bulan sebelum kompetisi, kami sudah terima jadwal dan manual kompetisi. Managers meeting juga sudah digelar. Sekarang, kita bingung sendiri. Belum lagi, APBD dilarang, sementara kompetisi diikuti 24 klub. Ini kan PSSI plin-plan (namanya)," kata Jamal.

Jamal menambahkan bahwa para pemain juga mulai resah dengan ketidakpastian kompetisi tersebut. "Ada pemain yang tanya pada saya, bagaimana jika tiba-tiba PSSI bubar. Ini kan artinya para pemain sudah cemas dengan masa depan mereka," pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon