AC Milan dan Inter Disarankan Bergabung Saja

Sabtu, 6 Juli 2013 | 01:56 WIB
AH
B
Penulis: Arsito Hidayatullah | Editor: B1
Pemain AC Milan, Stephan El Shaarawy (kiri), saat berebut bola dengan bek Inter asal Jepang, Yuto Nagatomo (kanan), dalam sebuah laga Derby della Madonnina di Stadion Giuseppe Meazza, Milan.
Pemain AC Milan, Stephan El Shaarawy (kiri), saat berebut bola dengan bek Inter asal Jepang, Yuto Nagatomo (kanan), dalam sebuah laga Derby della Madonnina di Stadion Giuseppe Meazza, Milan. (EPA FOTO/EPA FOTO)

Roma - Sosok agen pemain yang kerap kontroversial saat berbicara kepada media, Mino Raiola, menyampaikan imbauan kepada tim AC Milan dan Inter Milan untuk bergabung saja (merger). Hal tersebut diungkapkan oleh agen Zlatan Ibrahimovic itu sebagai sebuah saran "agar (kedua) tim tersebut bisa lebih bersaing di Eropa".

Ini sebenarnya bukan hal baru yang muncul dari mulut Raiola seorang. Sementara itu di sisi lain, banyak orang juga tahu bahwa sepakbola Italia sendiri saat ini masih merasakan dampak dari krisis ekonomi dunia, dengan kenyataan kian banyaknya pemain bintang yang meninggalkan Serie A ketimbang yang datang.

Sehubungan dengan itu, Raiola mengaku yakin bahwa cara terbaik dalam menghadapi kendala tersebut adalah lewat penggabungan kekuatan. Hanya saja, usul yang dilontarkannya terhadap klub-klub top Italia itu, nampaknya tidak akan banyak didukung maupun direspons.

"Ini bukanlah provokasi, tapi lebih merupakan sebuah ide," ucap Raiola kepada Sky Sport 24.

"Bagi saya, dua klub besar seperti Inter dan Milan, harusnya bergabung untuk mengurangi biaya, karena mereka punya pengeluaran ratusan juta. Jadi, ketimbang menjual (klub) ke investor asing, mereka sebenarnya bisa saja membentuk satu klub yang mewakili kota itu," paparnya.

"Dengan cara ini, mereka akan lebih bisa bersaing dengan klub-klub besar Eropa lainnya. Lebih baik memiliki satu klub yang sehat (secara keuangan) daripada dua klub yang hanya punya 'kemampuan separuh'. Lazio dan Roma juga seharusnya melakukan hal itu (merger)," tambah Raiola.

"(Sepakbola) Italia harus mengubah caranya berpikir, harus lebih pragmatis," ujar lelaki asal Italia yang juga adalah agennya Mario Balotelli tersebut.

Dengan Edinson Cavani yang dilaporkan siap meninggalkan Napoli menuju Paris Saint-Germain lewat transfer 63 juta euro, sementara Fiorentina justru kesulitan memenuhi permintaan Bayern Munich sebesar 20 juta euro demi mendatangkan Mario Gomez, tren kesulitan keuangan itu memang terlihat. Hal itu tidak saja dirasakan oleh Raiola, namun juga oleh sejumlah tokoh sepakbola Eropa.

"Anda bisa merasakan bahwa sepakbola Italia tidak sedang berada dalam kondisi terbaiknya saat ini, terutama dari sisi finansial," ungkap Presiden Bayern yang juga mantan pemain Inter, Karl-Heinz Rummenigge, di televisi awal pekan ini.

Sementara itu, pada pekan ini pula, Presiden Inter, Massimo Moratti, juga baru saja mengakui bahwa pembicaraan soal penjualan saham kepada pengusaha Indonesia, Erick Thohir, terus berjalan dan menuju ke arah yang diyakininya positif. Suatu hal yang menegaskan bahwa Inter sangat butuh dana segar.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon